Wakil Ketua MPR: Bangsa Ini Punya Potensi Besar untuk Ekspor Aglaonema

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 17:49 WIB
Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid menyempatkan diri mengunjungi Krokot Nursery di Desa Tridadi, Sleman dalam kunjungan kerjanya.
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid menyempatkan diri mengunjungi Krokot Nursery di Desa Tridadi, Sleman dalam kunjungan kerjanya. Di tempat pembudidayaan tanaman hias itu ada ratusan jenis tanaman aglaonema yang harganya mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 75 juta.

Jazilul menilai bisnis tanaman hias terutama jenis aglaonema sangat potensial untuk dikembangkan, terlebih di masa pandemi di musim penghujan saat ini. Sehingga mengherankan jika Indonesia masih harus impor bibit aglaonema dari Thailand.

"Harga per bibit Rp 200.000 dan pelaku usaha di Indonesia mendatangkan bibit dalam satu bulan jumlahnya mencapai 100.000 hingga 200.000 bibit (tembus Rp 40 miliar)," ujar Jazilul dalam keterangannya, Selasa (6/10/2020).

Jazilul mengatakan sebagai negara agraris dan iklimnya cocok dengan Indonesia, tanaman ini harusnya bisa dikembangkan dan dibudidayakan oleh pelaku usaha di Indonesia. Sehingga Indonesia tidak lagi impor untuk membudidayakan tanaman hias ini.

"Mengherankan kalau kita impor dari Thailand. Sebagai negara agraris dan iklimnya cocok seharusnya kita bisa mengekspor. Bangsa ini mempunyai potensi besar untuk mengekspor aglaonema ke negara lain," ungkapnya.

Oleh karena itu, Wakil Ketua Umum PKB ini berharap model bisnis seperti Krokot Nursery dapat dikembangkan oleh masyarakat di Indonesia. Sebab, kini pasarnya terbuka lebar dan sangat menjanjikan.

"Saya mendorong pemerintah melakukan pembinaan kepada pelaku usaha mulai dari cara pembibitan, budi daya, serta membuka akses ke pasar. Perlu memberi subsidi kepada mereka yang hendak menjadi petani aglaonema," ungkapnya.

Lebih lanjut, Jazilul menuturkan harga dan pasar tanaman ini memang diakui untuk kalangan kelas menengah sehingga petani dari kalangan masyarakat bawah bisa bergiat dalam usaha. Dengan harga yang tinggi, tanaman itu tepat bila dipajang di perkantoran, hotel dan tempat-tempat yang mewah.

"Pelaku usaha dari kalangan masyarakat bawah dan pembelinya dari kalangan menengah ke atas. Dari sinilah maka membawa kesejahteraan bagi masyarakat," jelasnya.

(akn/ega)