Pemkot Bogor Akan Integrasikan Stasiun Bogor-Paledang

Angga Laraspati - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 13:40 WIB
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim
Foto: dok. Pemkot Bogor
Jakarta -

Pemkot Bogor dan Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa bagian Barat Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menggelar rapat koordinasi terkait proyek jalur ganda kereta api relasi Bogor-Sukabumi. Rapat tersebut juga membahas penataan integrasi kawasan Stasiun Bogor, Alun-alun, dan Masjid Agung.

Terkait proyek jalur ganda atau double track, Wakil Wali Kota Bogor Didie A. Rachim mengatakan rapat tersebut membahas mengenai rencana lanjutan, termasuk fungsi Stasiun Bogor dan Paledang yang bakal diintegrasikan.

"Ada beberapa hal yang kita bahas dan harus betul-betul dikoordinasikan secara teknis. Pertama, fungsi dari Stasiun Bogor yang selama ini jalur Bogor-Sukabumi itu memakai Stasiun Paledang. Ke depan, rencananya akan diintegrasikan. Tidak lagi memakai Stasiun Paledang saja, tapi diintegrasikan antara Stasiun Bogor dan Paledang," ungkap Dedie dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2020).

Di sisi lain, Dedie menjelaskan proyek ini juga akan berdampak kepada 9 kelurahan yang dilewati double track tersebut. Adapun lahan yang menjadi prioritas penertiban yang bakal dilakukan Pemkot Bogor meliputi Kelurahan Paledang (12 bidang), Kelurahan Gudang (3 bidang), Kelurahan Bondongan (7 bidang), Kelurahan Empang (201 bidang), Kelurahan Batutulis (68 bidang), Kelurahan Cipaku (34 bidang) dan Kelurahan Genteng (1 bidang).

"Jadi ada beberapa dampak dari pembangunan double track. Kita dukung secara penuh dan alhamdulillah ini masuk di Program Strategis Nasional (PSN)," kata Dedie.

Selain double track, rapat tersebut juga membahas rencana penataan integrasi antara Stasiun Bogor, Alun-alun dan Masjid Agung. Selain integrasi, menurut Dedie, hal lain yang harus dipertimbangkan adalah seluruh kawasan secara terpadu dapat menyelesaikan permasalahan yang ada.

"Saat ini kita sedang membangun Alun-Alun dan Masjid Agung. Jadi, Stasiun Bogor ini tidak bisa lepas. Selain diintegrasikan juga harus mempertimbangkan seluruh kawasan secara terpadu agar secara perancangan dan desain tuntas menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di situ atau memprediksi permasalahan yang ada di situ," ujar Dedie.

Sementara itu, Kepala BTP Wilayah Jawa Bagian Barat Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Erni Basri mengatakan akan terus berkoordinasi dengan Pemkot Bogor agar proyek tersebut berjalan lancar dan bisa disesuaikan dengan rencana-rencana pemerintah setempat.

"Pak Wali minta mobilitas benar-benar disiapkan dengan baik, tentu kita harus bicarakan dengan unit-unit kerja terkait. Memang kalau untuk kawasan ke Pemkot, kita dari sisi teknis. Insyaallah kami mohon dukungan juga karena pekerjaan double track ini juga kan di sisi sungai," imbuh Erni.

"Mudah-mudahan semua lancar. Challenging kita bagaimana bekerja dalam kondisi Covid ini, mudah-mudahan semua lancar," pungkasnya.

(prf/ega)