Sambangi KPK, Kepala LAN-MenPAN RB Teken MoU Pemberantasan Korupsi

Kadek Luxiana - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 12:39 WIB
Menpan-RB Tjahjo Kumolo dan Kepala LAN Adi Suryanto menyambangi Gedung KPK, teken MoU Pemberantasan Korupsi
MenPAN-RB Tjahjo Kumolo dan Kepala LAN Adi Suryanto menyambangi gedung KPK untuk meneken MoU pemberantasan korupsi. (Kadek/detikcom)
Jakarta -

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo dan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Adi Suryanto menyambangi gedung KPK. Mereka datang untuk menandatangani nota kesepahaman kerja sama pemberantasan korupsi.

"Hari ini kita menandatangani nota kesepahaman antara KPK dan menteri. Ada beberapa kesepakatan yang kita tuangkan, antara lain, satu, terkait kerja sama pemberantasan korupsi," kata Ketua KPK Firli Bahuri kepada wartawan di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2020).

"Kita sadar bahwa LAN memiliki strategi, memiliki posisi strategis dalam rangka membangun penyelenggaraan negara yang berintegritas yang memiliki profesional jauh dari korupsi," lanjutnya.

Selain itu, Firli menuturkan KPK memiliki tujuan membangun kapasitas serta kapabilitas para pegawainya. Untuk itu, pihaknya berencana akan memberikan pelatihan khusus melalui LAN.

"Yang kedua kita ingin membangun kapasitas dan kapabilitas pegawai KPK dalam hal ini pendidikan, pengembangan khususnya pendidikan pelatihan tingkat 4, 3, 2, dan 1," tuturnya.

Sementara itu, Kepala LAN Adi Suryanto menyebut pihaknya akan mengupayakan sinergisitas dengan KPK, terutama dalam pengembangan fasilitas sumber daya manusia (SDM). Dia akan melakukan riset pengembangan dengan pelatihan dan pendidikan SDM.

"MoU antara LAN dengan KPK dalam rangka pemberantasan tindak pidana korupsi. Masing-masing tugasnya kita akan bersinergi terutama LAN terkait pengembangan fasilitas SDM dan juga riset pengembangan. Kita akan terus melakukan upaya bersama-sama dengan KPK. Maka sekarang pelatihan-pelatihan terkait degan pendidikan, pelatihan kepemimpinan termasuk... pegawai negeri kita akan masukkan pencegahan, saya kira itu," ujarnya.

(eva/eva)