Buruh Long March, Sejumlah Ruas Jalan di Kabupaten Bekasi Macet

Isal Mawardi - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 12:18 WIB
Buruh melakukan longmarch untuk menolak pengesahannya Omnibus Law. Namun sebelum sampai di lokasi aksi di kantor Pemkab Bekasi, buruh dimintai untuk putar balik.
Massa buruh long march di Cikarang. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Bekasi -

Sejumlah buruh melakukan long march ke Pemkab Bekasi menuntut dicabutnya pengesahan omnibus law UU Cipta Lapangan Kerja. Dampaknya, kepadatan lalu lintas terjadi di mana-mana.

"(Kepadatan terjadi di) pertama di SGC (Sentra Grosir Cikarang), di bundaran Grand Cikarang City, Jalan Raya Cibarusah," ujar Kasat Lantas Polres Metro Bekasi AKBP Ojo Ruslani ketika dihubungi pada Selasa (6/10/2020) pukul 11.30 WIB.

Massa buruh melakukan long march dari Jalan RE Martadinata, SGC, Jalan Raya Industri Jababeka, hingga ke Pemkab Bekasi. Saat ini buruh telah tiba di Jalan Raya Industri Jababeka.

"Mereka (melakukan long march) jalan kaki, motornya dituntun," kata Ojo.

Jumlah massa diperkirakan mencapai 800 buruh. Kepadatan lalu lintas sempat terjadi selama 1 jam.

"Sekarang sudah normal lagi," imbuh Ojo.

Pihak kepolisian pun melakukan pengawalan. Polisi melalukan rekayasa lalu lintas di setiap jalan yang dilintasi oleh massa buruh.

"Kepadatan terjadi (kendaraan) yang mengekor di belakangnya (massa buruh) aja, kemudian kita langsung alihkan kendaraan agar tidak mengarah ke lokasi dimana mereka long march, jadi macetnya itu ya hanya diikuti sama kelompok mereka aja yang long march " tutur Ojo.

Selain melakukan rekayasa lalu lintas, polisi menempatkan petugas di area yang berpotensi terjadi kemacetan.

"Penempatan butir di titik-titik yang rawan kemacetan, jadi setiap ada (massa buruh) melintas pasti kita sudah tempatkan butir jangan sampai macetnya terlalu panjang contohnya di Pasir Gombong dan Tegal Gede kita tempatnya," tutupnya.

(isa/mea)