107 Ribu Warga Sumsel Ditegur-Kena Denda karena Langgar Protokol Corona

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 10:54 WIB
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi
Foto: Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi. (Raja Adil Siregar/detikcom).
Palembang -

Sebanyak 107 ribu warga di Sumatera Selatan mendapat teguran lisan hingga denda karena tak pakai masker saat masa pandemi virus Corona (COVID-19) ini. Hal tersebut tercatat setelah menggelar operasi yustisi selama 22 hari.

"Operasi digelar serentak di Sumsel sejak 14 September-5 Oktober. Tercatat selama operasi yustisi 107 ribuan lebih pelanggar kena sanksi," terang Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi saat ditemui di Mapolda, Selasa (6/10/2020).

Adapun rincian pelanggar antara lain, 80 ribu ditegur secara lisan, 12 ribu teguran tertulis dan 15 ribu tindakan kerja sosial. Sementara ada pula 38 orang dikenakan denda karena tidak menerapkan protokol kesehatan.

"Untuk lisan kita minta pakai masker saat bepergian. Begitu juga teguran tertulis ya, mereka membuat surat pernyataan untuk memakai masker. Kalau denda, ini sekitar 38 orang dan terkumpul dana Rp 5,7 juta," kata Supriadi.

Menurut Supriadi, operasi yustisi sejatinya bukan untuk mencari uang dari warga tak taat aturan. Tapi lebih untuk meningkatkan kesadaran menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19.

"Intinya untuk denda kita berikan alternatif terakhir. Tujuan kita adalah mencegah dan memutus mata rantai di Indonesia, khusus lagi di Sumsel," ucap Supriadi.

Yang terbaru, tim Satgas COVID-19 Sumsel yang tergabung dari TNI, Polri, Dinkes dan Satpol PP membubarkan hajatan pernikahan di Palembang. Acara itu dibubarkan, kata Supriadi, karena penyelenggara tak taat protokol kesehatan.

Pembubaran hajatan di kedua lokasi Jalan Panca Usaha dan Jakabaring terjadi pada Minggu (4/10) sore. Pemilik acara, disebut Supriadi, menggelar hajatan dengan orgen tunggal dan telah mengumpulkan ratusan massa.

"Kami minta kasus-kasus dan teguran dari tim gabungan dapat diindahkan. Semua ini demi kebaikan bersama, boleh buat acara, tetapi pemerintah juga sudah memberikan petunjuk untuk protokol kesehatan," ucapnya.

(ras/elz)