Annisa Bahar dkk Minta Hiburan Malam Dibuka, Pemprov DKI Bergeming

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 09:00 WIB
Gedung Balai Kota DKI Jakarta.
Gedung Balai Kota DKI Jakarta. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Massa pekerja hiburan malam bersama dengan penyanyi Annisa Bahar meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka kembali tempat hiburan malam dan tidak memperpanjang PSBB. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispareakraf) DKI Jakarta menyebut hanya bisa mendengar aspirasi dari mereka.

"Pemprov tetap memperhatikan aspirasi mereka, namun tetap mengutamakan kesehatan masyarakat," ucap Kepala Bidang Industri Pariwisata Disparekraf DKI Jakarta Bambang Ismadi saat dihubungi, Selasa (6/10/2020).

Menurut Bambang, Pemprov DKI Jakarta masih berpegang pada Pergub 88 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB. Pelaksanaan PSBB akan selesai pada 11 Oktober dan dievaluasi oleh Tim Satgas COVID-19 yang diketuai oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Sepanjang Pergub 88 Tahun 2020 (tentang pelaksanaan PSBB) belum dicabut. Maka Aturan tempat hiburan malam tetap mengacu pada pergub tersebut," ucapnya.

Sebelumnya, massa pekerja hiburan malam menggelar aksi di depan DPRD DKI Jakarta. Mereka meminta DPRD mengeluarkan hak angket untuk mencabut kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI.

Aksi digelar sekitar pukul 13.00 WIB di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (5/10). Di antara massa yang hadir, terlihat ada Annisa Bahar dan Dewinta Bahar. Annisa berharap Pemprov DKI mencabut PSBB Jakarta dan memberi solusi bagi pekerja hiburan malam.

"Kita di sini, saya juga sebagai seniman Indonesia juga, saya berharap sekali agar PSBB ini jangan diperpanjang lagi dan PSBB segera dicabut agar rakyat bisa makan dan teman-teman saya, saudara-saudara saya bisa bekerja lagi seperti sediakala, karena kalau saya, sangat yakin kalau nanti PSBBB diperpanjang, akan terjadi resesi semakin parah dan kemungkinan masyarakat akan nekat, karena masalah perut," ujar Annisa di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (5/10).

(aik/imk)