Apresiasi Bareskrim, Grab Jelaskan Kasus Pembobolan Akun Rugikan Rp 2 M

Tim detikcom - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 22:25 WIB
Konferensi pers kasus pembobolan bank yang rugikan Rp 146 M di Mabes Polri
Barang bukti kasus pembobolan. (Kadek Melda Luxiana/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri mengungkap sindikat pembobolan akun bank dan Grab yang merugikan uang korban senilai Rp 21 miliar. Pihak Grab menyampaikan terima kasih atas kerja dari pihak kepolisian.

"Grab mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan atas kinerja Direktorat Cyber Crime Polri, terkhusus kepada para penyidik yang tetap professional bekerja di lapangan di tengah suasana COVID-19 yang berhasil menangkap sindikat yang secara ilegal telah melakukan penipuan melalui social engineering kepada ratusan mitra pengemudi Grab pada tahun 2019 lalu. Kegiatan ilegal tersebut terdeteksi oleh Grab Defence yang merupakan sistem keamanan internal Grab, serta laporan mitra pengemudi yang kemudian dilaporkan ke Bareskrim Polri untuk diselidiki lebih lanjut," kata juru bicara Grab Indonesia dalam keterangan tertulis, Senin (5/10/2020).

Grab menegaskan komitmennya memerangi oknum yang melakukan penipuan. Pengungkapan kasus ini disebut merupakan kerja sama antara Grab dan pihak kepolisian.

"Penangkapan tersangka merupakan tindak lanjut dari laporan tersebut atas kerja sama intensif para penyidik di Direktorat Cyber Crime Polri dan Grab. Kolaborasi ini dilakukan sesuai dengan komitmen Grab untuk memerangi oknum yang menjalankan tindak penipuan melalui social engineering sehingga menyebabkan kerugian baik terhadap mitra pengemudi yang bekerja dengan jujur dan bisnis perusahaan," imbuhnya.

"Grab terus berkomitmen untuk senantiasa mengembangkan teknologi yang membawa dampak positif bagi setiap orang di platform kami. Selama beberapa tahun belakangan ini, Grab telah berinvestasi besar untuk pengembangan sistem yang lebih kuat berkat dukungan machine learning serta kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi dan mencegah kecurangan pada platform Grab. Kami senang dapat menghadirkan layanan Grab Defence bagi para mitra strategis kami demi menciptakan perkembangan ekosistem teknologi yang sehat di Indonesia," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Bareskrim Polri menangkap sindikat pembobol akun nasabah bank dan Grab dengan total kerugian yang dialami korban Rp 21 miliar.

"Yang Grab (kerugian) Rp 2 miliar. Sisanya (kerugian) perbankan," tutur Argo sebelumnya.

Argo menyampaikan jumlah pelaku yang berhasil diamankan adalah 10 orang. Pelaku berinisial berinisial AY (19), YL (25), GS (26), K (53), J (50) dan RP (18), KS (28), CP (27), PA (38), dan AH (34).

Para pelaku ditangkap di Kecamatan Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, pada Sabtu (3/10).

(knv/idn)