Round-Up

Posisi Terawan Digoyang Petisi

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 22:02 WIB
Menkes Terawan Agus Putranto
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta - Kursi Terawan Agus Putranto sebagai Menteri Kesehatan (Menkes) digoyang. Ribuan orang telah meneken petisi online meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Terawan.

Awalnya, petisi online yang dibuat di laman Change.org ini digagas oleh Koalisi untuk Indonesia Bebas COVI9-19 yang terdiri dari JALA PRT, buruh Supinah, Presiden UIN Jakarta Sultan Rivandi, Ketua BEM UI Manik Marganamahendra, dan Irma Hidayana dari LaporCovid19.

Petisi tersebut dibuat pada 30 September lalu dengan menargetkan 5.000 tanda tangan.

Di bagian deskripsi, koalisi menilai Terawan telah gagal sebagai Menteri Kesehatan dalam menangani pandemi ini. Sejak awal dia terkesan menggampangkan wabah Corona.

Penanganannya pun jadi tidak serius. Saat ini pun Terawan dianggap tidak mampu menyelesaikan masalah-masalah seperti perlindungan tenaga kesehatan dan menekan angka penyebaran COVID-19.

Kasus baru dan aktif terus bertambah setiap harinya, menjadikan Indonesia duduk di peringkat ke-13 dunia. Bahkan, untuk peningkatan kasus baru dan korban meninggal harian, Indonesia ada di urutan kedua di dunia. Angka kematian tenaga kesehatan pun mencapai lebih dari 200 nakes. Angka tersebut menjadikan Indonesia salah satu negara dengan kematian nakes yang paling tinggi.

"Publik sudah banyak yang meminta pertanggungjawaban kepada Menkes Terawan. Namun beliau sering menghilang. Dan membiarkan publik melawan virus Corona sendiri. Publik makin tak percaya kecakapan Menkes dalam mengatasi wabah. Apakah kita harus menggantungkan nyawa dan nasib ratusan juta masyarakat Indonesia kepada Menkes seperti itu?" kata Manik Marganamahendra sebagai perwakilan Koalisi untuk Indonesia Bebas COVID-19 di petisi.

Koalisi turut membandingkan Terawan dengan menteri kesehatan dari 8 negara lain yang memilih mundur karena dinilai gagal menangani pandemi COVID-19. Karena itu, akan terhormat bila Terawan juga mengikuti koleganya di luar negeri dengan mundur sebagai Menteri Kesehatan karena telah gagal menjalankan tugasnya.

Terbaru pantauan di laman Change.org, pada Senin (5/10/2020) ini, petisi tersebut sudah mendapatkan lebih dari 6.500 tanda tangan dengan target baru 7.500.

Munculnya petisi yang mendesak Terwan diganti menyedot perhatian pimpinan DPR.

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengatakan keputusan mencopot Terawan adalah hak presiden.

"Ya itu tergantung pemerintah aja dalam hal ini Presiden. Kan beliau pembantu Presiden. Permintaan petisi apa pun itu kan silakan saja," ujar Azis di kompleks parlemen MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (5/10).

Azis berbicara soal komunikasi Terawan dengan DPR RI. Menurutnya, komunikasi Terawan kepada DPR RI cenderung lancar dan tidak ada masalah.

"Kinerja bersama-sama DPR dalam hal komunikasi bagus, lancar, nggak ada masalah. Kemudian nanti masalah-masalah yang apakah itu memenuhi kriteria daripada user, dalam hal ini Bapak Presiden ya, ini berpulang ke Bapak Presiden," ujarnya.

Ditemui secara terpisah, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan menteri adalah pembantu Presiden.

Menurutnya, keputusan mencopot Terawan dari jabatannya adalah hak prerogatif Jokowi.

"Untuk dicopot nggak dicopot itu adalah hak prerogatif Presiden, sesuai dengan penilaian kompetensi di bidang masing-masing," kata Dasco. (aan/dhn)