Aksi Protes SUTET Tambah 2 Orang Jahit Mulut

Aksi Protes SUTET Tambah 2 Orang Jahit Mulut

- detikNews
Selasa, 17 Jan 2006 08:20 WIB
Jakarta - Menuding pemerintah 'tuli', aktivis korban Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) akan bertambah menjadi 2 orang. Hari ini, Selasa (17/1/2006), keduanya akan dijahit mulutnya."Kedua peserta mogok makan ini adalah ibu rumah tangga," kata koordinator Solidaritas Aksi Korban SUTET Indonesia Mustar Bonaventura kepada detikcom, Selasa (17/1/2006).Mereka yakni Odah (32) warga desa Ciseeng, Parung, Bogor dan Manisa (50) warga desa Waringin Jaya, Bojong Gede, Bogor. Keduanya akan dijahit mulutnya sebagai simbol aksi mogok makan pada pukul 10.30 WIB di halaman bekas kantor PDI Perjuangan, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat. Mustar beralasan bertambahnya peserta ini karena pemerintah dan PLN sendiri hingga kini belum menggubris tuntutan mereka. "Pemerintah dan PLN ini tuli. Ini yang menumbuhkan semangat baru untuk terus berjuang," tambah Mustar.Kedua ibu rumah tangga ini menyusul 5 aktivis korban SUTET lainnya yang lebih dulu melakukan aksi jahit mulut. Mereka yakni, Safrudin (42) warga Ciseeng, Bogor, Nurdin (39) warga Cicalengka, Bandung, Amin Supriyatno (50) warga Cihajuang, Sumedang, Dadang Dori (32) warga Cianjur, dan Romli (39) warga Ciseeng, Bogor."Mereka kini dalam keadaan kritis di posko di hari kedua puluh ini. Bahkan salah satu dari mereka, Nurdin masih dirawat di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM)," tandas dia.Sementara itu, aksi protes SUTET hari ini juga akan dilakukan oleh warga desa Cisaat, Walet, Cirebon. Menurut Mustar, warga korban SUTET ini akan menduduki tower SUTET mulai pukul 10.00 WIB. (wiq/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads