Danau Sentani Surut, 'Harta Karun' Zaman Purbakala Muncul ke Permukaan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 15:49 WIB
Benda-benda purbakala terlihat karena Danau Sentani surut.
Benda-benda purbakala terlihat karena Danau Sentani surut. (Antara)
Jayapura -

Peneliti dari Balai Arkeologi Provinsi Papua Hari Suroto mengatakan benda-benda purbakala berupa peninggalan zaman megalitik yang berada di Danau Sentani terlihat jelas ketika air surut. Benda-benda purbakala itu seperti menhir dan papan batu.

"Surutnya air Danau Sentani membuat benda-benda purbakala berupa tinggalan megalitik yang berada dalam air mulai muncul di permukaan air dan terlihat jelas. Benda-benda megalitik ini sebelumnya sempat dikhawatirkan hilang atau tergeser posisinya akibat banjir bandang yang melanda Sentani pada Maret 2019," kata Hari seperti dilansir Antara, Senin (5/10/2020).

Dia mengatakan, pada musim kemarau, permukaan air Danau Sentani, yang terletak di Kabupaten Jayapura, surut. Sebab, pasokan air dari sumber mata air Cyclops berkurang menjadikan volume air danau berkurang.

Karena surut, benda-benda bernilai sejarah berupa peninggalan zaman megalitik yang berada di dalam air mulai muncul di permukaan air. Jadi 'harta karun' antropologi muncul dan terlihat.

Biasanya, kata dia, saat kondisi permukaan air Danau Sentani sedang pasang, tinggalan-tinggalan megalitik itu hanya terlihat samar-samar berada dalam air. "Namun, kali ini berbeda, terlihat sangat jelas ketika air Danau Sentani surut," katanya.

Dia mengemukakan kondisi itu terlihat di Pulau Asei, pulau kecil di tengah Danau Sentani bagian timur. Tinggalan menhir yang sebelumnya berada di dalam air, sekarang tampak terlihat jelas, bahkan ukirannya nampak terlihat jelas sekali.