Soal Panglima TNI, PKB Dukung Pilihan SBY
Selasa, 17 Jan 2006 07:25 WIB
Jakarta - DPP PKB menghargai pilihan Presiden SBY mengajukan Marsekal TNI Djoko Suyanto sebagai calon Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI). Karena itu, diinstruksikan kepada kader PKB di Komisi I DPR RI ikut mendukung pilihan SBY tersebut."Kita mendukung Presiden yang hanya mengajukan satu nama, yakni Marsekal TNI Djoko Suyanto sebagai Panglima TNI. Hal itu merupakan hak prerogatif Presiden. Ini kebijakan tepat untuk mendesakralisasi dominasi TNI AD," kata Sekretaris Jenderal DPP PKB H Idham Cholied dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Selasa (17/1/2005). Idham menilai, pilihan terhadap Djoko yang kini menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) ini menunjukkan adanya nuansa baru dalam reformasi TNI. Latar belakang Djoko yang berasal dari TNI AU merupakan pertanda bahwa perubahan paradigma politik sudah terjadi."Sekarang giliran angkatan udara memimpin TNI. Ke depannya dengan kepemimpinan Joko Suyanto, semoga terjadi perubahan paradigma politik TNI," ujarnya.Mantan Ketua DPRD Wonosobo ini juga menegaskan, partainya akan memberikan intruksi kepada seluruh anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) untuk mendukung Djoko Suyanto menjadi Panglima TNI. Wabil khusus terhadap anggota FKB yang berada di Komisi I, saat melakukan fit and proper test diwajibkan mendukung jenderal bintang empat itu."DPP mengintruksikan kepada seluruh anggota FKB untuk mendukung Joko Suyanto. Terutama bagi anggota FKB di Komisi I, kami wajibkan mendukung KSAU saat fit and proper test. Bagi anggota FKB yang mendukung calon lain, maka akan diberikan peringatan keras," tandas anggota Komisi IX DPR ini.Sementara, anggota FKB di Komisi I, Moh AS Hikam menyatakan hal senada. Hikam juga mendukung keputusan SBY mencalonkan Djoko sebagai Panglima TNI. Sebab menurutnya, pilihan ini merupakan kewenangan prerogatif presiden. "Secara konstitusional pengajuan nama calon Panglima TNI adalah hak prerogatif Presiden. DPR hanya bisa setuju atau tidak setuju saja. Jadi ya terserah Presiden," tutur Hikam.Hikam menambahkan, Djoko Suyanto adalah figur yang tepat memimpin TNI. Sebab memiliki komitmen melakukan reformasi TNI. Sebagai bukti, Djoko yang baru saja pulang menunaikan ibadah haji itu menyusun blue print TNI Angkatan Udara yang senafas dengan semangat reformasi TNI."Dia punya blue print di AU yang sesuai dengan reformasi TNI. Tinggal kita lihat saja konsistensinya ketika nanti diberikan kepercayaan memimpin TNI," tambar Hikam.
(wiq/)











































