Round-Up

Petaka AKP Bobi Vaski Gelar Pesta Nikah Ketika Corona

Tim detikcom - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 07:01 WIB
Wedding in the mountains Mangup in Crimea
Ilustrasi pernikahan (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Pesta nikah AKP Bobi Vaski Pranata yang digelar di tengah pandemi COVID-19 berujung petaka. AKP Bobi dicopot dari jabatannya sebagai Kasat Intel Polres Serdang Bedagai (Sergai) lantaran pesta tersebut diduga melanggar protokol kesehatan.

Kasus bermula setelah video pesta pernikahan AKP Bobi itu beredar di media sosial. Tampak sejumlah tamu undangan pesta tersebut tak memakai masker.

Atas hal itu, polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap AKP Bobi. Hasilnya, AKP Bobi pun dibebastugaskan karena diduga telah melanggar protokol kesehatan.

"Iya jadi dia melangsungkan pernikahan kemudian dari kegiatan tersebut ada beberapa video yang viral dan diduga melanggar protokol kesehatan dan kemudian kita lakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan," kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Tatan Dirsan Atmaja dihubungi detikcom, Minggu (4/10/2020).

"Dari hasil pemeriksaan diduga beliau telah melanggar protokol kesehatan dan saat ini yang bersangkutan telah dibebastugaskan," sambungnya.

Saat ini AKP Bobi sendiri masih diperiksa intensif di Propam Polda Sumut. Terkait langkah hukum selanjutnya, Tatan masih menunggu hasil sidang dari Propam Polda Sumut.

"Yang bersangkutan sudah dibebastugaskan menunggu persidangan, Mas. Kalau sudah dicopot itu sudah sanksi sebenarnya, apalagi sebelumnya dia menduduki sebuah jabatan dan dibebastugaskan itu sudah satu sanksi yang diterima. Tapi tetap sesuai aturan di kepolisan akan tetap dilakukan persidangan," ujar Tatan.

Tamu Undangan Pesta Nikah AKP Bobi Vaski Jumlahnya Ratusan

Tatan juga mengungkap mengenai jumlah tamu undangan yang hadir di pesta pernikahan tersebut. Jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan orang.

"Iya yang pasti gini yang bersangkutan telah melanggar protokol kesehatan. (Tamu) jumlah pastinya, yang pasti mungkin seratusan (orang) dari video yang telah kita lihat," kata Tatan.

Menurut Tatan, AKP Bobi tak menyangka jumlah tamu undangan melebihi yang diperkirakan. Selain itu, para tamu yang datang juga banyak yang melanggar protokol kesehatan.

"Ya dia tidak menyangka kalau yang hadir itu melebihi dan melanggar protokol kesehatan. Tapi faktanya kan melanggar. Ya namanya melanggar berarti menerima sanksi," ujarnya.

Kepada polisi, Bobi mengaku telah meminta tamu undangan untuk mengikuti protokol kesehatan sebelum memasuki area resepsi. Tapi, kata Tatan, bukti yang dikantongi polisi berlainan dengan klaim Bobi.

"Pada saat memasuki area gedung sudah diingatkan oleh penerima tamu untuk mentaati protokol kesehatan. Tapi fakta pada saat berlangsungnya pernikahan tersebut jelas melanggar protokol kesehatan," jelasnya.

(knv/eva)