Pasca G30S

Ikut Jaga Kamp Penahanan Tapol 65, Prajurit AURI Ini Justru Dituduh PKI

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 04 Okt 2020 17:58 WIB
Soegianto, anggota TNI AU yang dituduh sebagai PKI (Dok. Sekber 65)
Foto: Soegianto, anggota TNI AU yang dituduh sebagai PKI (Dok. Sekber 65)
Jakarta -

Peristiwa Gerakan 30 September tahun 1965 membuat kondisi politik Indonesia kacau. Banyak orang yang dituduh berkaitan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Bahkan, seorang anggota TNI Angkatan Udara pun tak luput dari tudingan itu.

Soegianto, seorang anggota TNI AU termasuk salah satu orang yang dituding sebagai PKI. Padahal, saat itu, ia baru saja dilantik sebagai prajurit AURI berpangkat Kopral 1 pada tahun 1965.

Dia mulanya ditugaskan untuk melakukan piket Garnisun. Dia bertugas menjaga Kamp Penahanan orang-orang yang tuduh terlibat dengan PKI di Solo.

"Saya ditugaskan untuk keamanan di Solo. Saya diberikan tugas piket Garnisun. Jadi, menjaga tapol di Sasono Mulyo di Solo," ujar Soegianto kepada detikcom, Minggu (4/10/2020).

Dua tahun setelahnya, tiba-tiba dia ditangkap oleh Polisi Angkatan Udara untuk diinterogasi. Dia dituduh sebagai PKI malam.

"Kemudian setelah itu saya pada tahun 1968, bulan Februari saya ditangkap, sebenernya saya kurang pas dengan istilah itu karena saya nggak salah," ungkapnya.

"Saya dipanggil polisi AU untuk diinterogasi. Saya dituduh PKI malam. Kemudian saya jawab tidak tahu dan tidak menjadi anggota itu, saya kemudian mendapat tekanan dan penyiksaan dari introgatornya," lanjutnya.

Saat diinterogasi, Soegianto mendapatkan sejumlah penyiksaan. Dari mulai dipukuli, hingga disetrum. "Ketika saya menjawab yang tidak cocok dengan yang ditanyakan, saya disiksa, digebuki, disetrum," tuturnya.

Soegianto mengaku sangat bingung pada saat itu. Dia yakin bahwa dirinya tak terlibat dengan PKI karena tentara memang dilarang berpolitik. Dia pun akhirnya ditahan di Pangkalan Udara Panasan-sekarang Adi Soemarmo. Karier militer Soegianto seketika kandas.

"Kemudian, setelah tanda tangan saya menunggu keputusan. Saya ditahan di Pol AU panasan dari tahun 1968 bulan Februari sampai tahun 1975," kenangnya.

Tonton juga 'Gaduh PKI di Ujung September':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2