Wakil Ketua MPR Dorong Sesama Penyintas Kanker Harus Saling Menguatkan

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 03 Okt 2020 20:42 WIB
Lestari Moerdijat
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat/Foto: Mustiana Lestari
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat memberikan dukungan terhadap para penyintas kanker. Menurutnya, sesama penyintas kanker perlu saling bergandeng tangan dan memberi harapan, dukungan dan cinta dalam menghadapi ujian hidup.

"Memberi kekuatan dan saling bantu adalah satu hal yang dibutuhkan untuk melewati berbagai ujian. Pengalaman adalah guru yang terbaik, karena itu berbagi pengalaman antarpenyintas kanker menjadi penting agar para penyintas mendapat kekuatan," ujar Lestari dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2020).

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri diskusi virtual 'Dukungan, Harapan dan Cinta' dalam rangka memperingati Bulan Peduli Kanker Payudara, yang digelar Cancer Information and Support Center Association (CISC). Dalam diskusi tersebut, wanita yang akrab disapa Rerie ini juga berbagi pengalaman serta memberi harapan baru kepada para penyintas kanker.

Ia meyakinkan bahwa di balik luka yang dialami, mereka pasti mampu mengatasi sakitnya luka saat menjalani pengobatan kanker. Sebagai penyintas kanker payudara, Rerie juga menegaskan menderita penyakit kanker bukanlah akhir segalanya.

"Jika ada keluarga kita yang mengidap penyakit kanker berilah dukungan yang diperlukan sehingga para penyintas mendapat kekuatan. Karena dukungan dari orang sekitar adalah kekuatan bagi kami dalam menghadapi kanker ini," ungkapnya.

Rerie berpesan agar para penyintas dapat menganggap bahwa hidup dengan penyakit kanker merupakan kesempatan kedua untuk hidup. Oleh karena itu, ia berharap agar mereka bisa menjadikan hidup lebih berarti, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

"Jadi kita jangan hanya berjuang melawan penyakit kanker semata, tetapi juga harus berbagi kepada sesama," katanya.

Meskipun kanker memang penyakit yang mematikan, namun menurut Rerie hal ini bukan untuk ditakuti secara berlebihan.

"Bukankah umur kita merupakan kehendak Tuhan?," katanya.

Meskipun memiliki kanker, Rerie mengimbau agar para penyintas kanker tidak kehilangan semangat dan tetap optimis untuk sembuh. Sambil memberi semangat kepada 175 peserta diskusi virtual, ia juga berpesan agar mereka bisa merayakan kehidupan dan berdamai dengan kematian.

"Para penyintas kanker harus menjadi suara yang berpijar bagi sesama. Sambutlah hangat dan terang cahaya yang membawa harapan dan kekuatan. Teruslah menari di tengah badai, menerjang gelombang dan terus berdendang hingga tiba di bibir pantai," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Rerie juga terus mengingatkan satu hal kepada para penderita kanker untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan protokol pengobatan.

"Jangan abai, terlambat apalagi lalai dalam protokol pengobatan yang sesuai dengan ketentuan medis yang disarankan dokter," pungkasnya.

(akn/ega)