Hari Kanker Sedunia, Ini Harapan Waka MPR yang Juga Penyintas

Puti Yasmin - detikNews
Selasa, 04 Feb 2020 18:55 WIB
hari kanker
Hari Kanker Sedunia/Foto: Ayunda Septiani/detikHealth
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat atau Ririe menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk lebih sadar terhadap penyakit kanker. Hal itu berkaitan dengan Hari Kanker Sedunia diperingati pada hari ini, Selasa (04/02/2020).

Rerie yang juga seorang penyitas kanker ini berharap agar lebih banyak pelayanan yang diberikan untuk mengatasi kanker. Terlebih dari segi kualitas dan juga keamanan sehingga bisa meningkatkan harapan hidup pasien.

"Pemerintah perlu lebih memberikan perhatian terhadap permasalahan kanker dengan menjamin tersedianya pelayanan yang berkualitas, aman, tepat waktu, tepat sasaran sehingga menjamin hasil terapi memberikan kualitas hidup setinggi mungkin untuk pasien," kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom.

Seperti diketahui, prevalensi kanker di Indonesia meningkat dalam waktu lima tahun terakhir, yakni menjadi 1,79 per seribu penduduk di tahun 2018 dari sebelumya 1,4 per seribu di tahun 2013.

Padahal, penyakit kankerdari segi pembiayaan menyerap anggaran terbesar yang disediakan pemerintah melalui BPJS Kesehatan. Berdasarkan laporan BPJS Kesehatan 2014-2018 penyakit kanker menghabiskan biaya Rp 13,3 triliun dari total biaya penyakit katastropik sebesar Rp 78,3 triliun.

Dari data tersebut, wanita yang juga seorang Legislator NasDem ini meminta pemerintah untuk terus berupaya menurunkan trend penderita kanker. Hal itu bisa dilakukan dengan membuka akses deteksi dini dengan biaya yang terjangkau.

Mengutip Dr Inez Nimpuno, kata Rerie, tingginya angka kematian penderita kanker di Indonesia karena belum cukupnya jumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang menangani kanker. Selain itu, pelayanan kesehatan juga belum memadai dan berkualitas.

"Sistem pelayanan kesehatan belum mempunyai kerangka yang jelas mengenai layanan pasien kanker yang berkesinambungan sejak didiagnosa sampai tahap paliatif, dan program jaminan nasional kesehatan (JKN/BPJS) belum bisa menjamin layanan terapi kanker secara memadai," sambung dia.

Kemudian, menurut Dr Inez masyarakat Indonesia juga kurang sadar terhadap penyakit kanker. Sehingga masih banyak orang yang terlambat berobat atau datang ke dokter setelah berada dalam stadium lanjut sehingga risiko kematian menjadi lebih tinggi.

Maka dari itu, guna memperkecil risiko kanker pada masyarakat Rerie mendesak pemerintah melakukan program nasional deteksi dini dengan cara mudah dan terjangkau. Deteksi dini semacam itu sudah dilakukan dalam kasus kanker leher rahim.

''Kita menyadari program deteksi dini kanker tentu memakan biaya yang tidak sedikit. Tetapi negara semestinya berpihak pada penyelamatan jiwa rakyat,'' terangnya.

Terakhir, terkait Hari Kanker Sedunia, Rerie mengapresiasi pemerintah melalui Menteri Kesehatan Letnan Jenderal TNI (Purn) Terawan Agus Putranto yang telah mendengarkan suara para penyintas kanker payudara HER2 dengan menanggung kembali penggunaan obat trastuzumab oleh BPJS mulai 1 April 2020.

Tonton juga video Apa Benar Perempuan Rentan Terserang Kanker daripada Laki-laki?:

[Gambas:Video 20detik]

(pay/erd)