Pegawai Reaktif Rapid Test, PN Bengkulu Tutup Sementara

Hery Supandi - detikNews
Sabtu, 03 Okt 2020 15:26 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Bengkulu -

Tiga orang pegawai Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu dinyatakan reaktif rapid test Corona. Menyikapi hasil tes itu, kantor PN Bengkulu tutup hingga 9 Oktober.

Penutupan tersebut berdasarkan surat keputusan Ketua PN Bengkulu Nomor: W8-U1/4195/OT.01.3/X/2020 tentang penutupan sementara (lockdown) Kantor Pengadilan Negeri/PHI/Tipikor Bengkulu Kelas IA dan penetapan untuk bekerja dari rumah (work from home) bagi seluruh hakim, pegawai ASN, dan pegawai non-ASN dalam rangka antisipasi penyebaran wabah COVID-19. Penutupan berlaku Senin 5 hingga 9 Oktober 2020.

"Penutupan tersebut dilakukan untuk menghindari penyebaran wabah COVID-19 mengingat tiga pegawai dan satu orang anak magang di PN Bengkulu reaktif saat dilakukan rapid test," kata juru bicara PN Bengkulu, Hascaryo, Sabtu (3/10/2020).

Hascaryo mengatakan sejauh ini PN Bengkulu belum menerima hasil swab dari rumah sakit apakah pegawai dan anak magang tersebut positif COVID-19 atau reaktif karena sakit flu biasa.

Namun, sesuai arahan dari Ketua PN Bengkulu, seluruh pegawai PN Bengkulu kecuali satpam diberlakukan work from home (WFH). Selama aturan WFH diberlakukan, pegawai dilarang keluar dari rumah kecuali memenuhi kebutuhan pangan dan kesehatan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Hakim dan pegawai lain tidak diperbolehkan bepergian keluar dari Provinsi, baik dalam rangka dinas maupun tidak," tegasnya.

Jaksa Kejati Bidang Pidum Wenharnol mengatakan pihaknya tidak begitu mempermasalahkan penutupan sementara itu. Namun dirinya menilai, dalam masa penutupan sementara, terdapat tersangka yang harus dilimpahkan ke pengadilan dan masa tahanan akan habis.

(lir/lir)