Razia Rumah Kos di Polman, Petugas Jaring Sejumlah Pasangan Ngaku Suami-Istri

Abdy Febriady - detikNews
Sabtu, 03 Okt 2020 09:46 WIB
Ilustrasi Garis Polisi
Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)
Polewali Mandar -

Petugas gabungan dari TNI/Polri, Satpol PP, dan kecamatan serta kelurahan di Wonomulyo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar), merazia sejumlah rumah kos dan tempat berkumpulnya anak muda.

Razia yang berlangsung hingga Sabtu (3/10/2020) dini hari diawali dengan patroli di Jalan Muhammadiyah, Kelurahan Sidodadi. Di tempat ini, petugas membubarkan kerumunan remaja yang kerap terlibat perkelahian. Mereka diberi sanksi push up lantaran tidak memakai masker.

Razia berlanjut di kawasan prostitusi terselubung Gubuk Derita. Petugas tidak mendapati aktivitas mencurigakan. Rumah yang kerap dijadikan sebagai tempat prostitusi dalam keadaan tertutup rapat dan terkunci.

Tidak berhenti sampai di situ, petugas kemudian merazia sejumlah rumah kos dan mendapati sejumlah pasangan muda-mudi yang mengaku sebagai suami-istri berduaan dalam kamar. Namun pasangan yang terjaring tidak dapat menunjukkan bukti jika mereka suami-istri.

"Anu, Pak, saya lupa bawa surat nikah. Soalnya KTP (kartu tanda penduduk)-ku belum jadi. Kalau tidak percaya, telepon ma ki keluargaku," kilah salah seorang pasangan yang mengaku dari Kendari.

"Sumpah demi Allah, Pak, ini istriku. Saya cuma kebetulan mampir di sini buat istirahat, ini kamar kos keluarga, kebetulan dia lagi tidak ada," kata pasangan lainnya yang mengaku berasal dari Kecamatan Tutar.

Lantaran tidak dapat menunjukkan bukti sebagai suami-istri yang sah, pasangan yang terjaring didata petugas dan diimbau pulang. Mereka diminta menghadap ke Kantor Lurah Sidodadi pada Senin (5/10) dan membawa bukti mereka adalah suami-istri.

Di rumah kos lainnya, petugas juga mengusir seorang pemuda yang didapati bersembunyi dalam kamar. Kendati sang pemuda sempat berdalih sedang tidur di kamarnya sendiri, petugas curiga lantaran di kamar itu hampir semua barang yang didapat petugas adalah milik wanita.

"Tadi ini yang kita razia di antaranya adalah rumah kos dan tempat orang berkumpul. Tadi ada beberapa yang terjaring, ada yang mengaku mereka adalah suami-istri," kata Sekcam Wonomulyo, Samiaji, setelah melakukan razia.

"Ada juga tadi sekelompok anak muda yang kita bubarkan di daerah Ujung Baru. Mereka kumpul-kumpul dan tidak memakai masker. Kita beri sanksi berupa push up," sambungnya.

Samiaji berharap kegiatan yang digelar ini bisa menciptakan situasi aman dan nyaman bagi warga di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Khususnya bagi anak-anak muda yang kerap berkumpul atau nongkrong-nongkrong.

"Kita dari tim Satgas sangat berharap anak muda yang berkumpul tidak menimbulkan terjadinya perkelahian. Apalagi mereka yang terjaring razia berkumpul hingga larut malam ," tutur Samiaji.

Razia berakhir di Alun-alun Kecamatan Wonomulyo. Puluhan muda-mudi yang sedang berkumpul langsung berhamburan saat melihat kedatangan petugas.

(elz/ear)