Walkot Bogor Bima Arya: Bukan Berarti Seluruh Kota Dilarang Dine In

Lisye Sri Rahayu, Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Sabtu, 03 Okt 2020 06:14 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya
Wali Kota Bogor BIma Arya (Foto: M Solihin)
Jakarta -

Wali Kota Bogor, Bima Arya menjelaskan maksud larangan makan di tempat (dine in) di restoran seperti Instruksi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Bima mengatakan larangan itu berlaku di RW dan kelurahan zona merah, bukan seluruh kota.

"Jadi surat edaran Pak Gubernur itu konsepnya kan PSBMK gitu, artinya yang disebut tidak boleh dine in zona merah itu bukan zona merah kota, tapi zona merah yang ditetapkan oleh kota," kata Bima saat dihubungi, Jumat (2/10/2020).

"Misalnya begini, Kelurahan Tegal Gundil (zona) merah. Nah, di situ lah tidak boleh ada kegiatan ekonomi dulu, sampai tidak merah lagi, gitu kira-kira. Jadi bukan berarti seluruh kota nggak boleh dine in, bukan. Jadi kota sendiri yang menetapkan mana yang boleh buka, mana yang nggak," lanjutnya.

Bima mengatakan aturan itu sudah berlaku sebelumnya di Bogor. Pemerintah membatasi aktivitas warga di zona rawan penularan Corona.

"Selama ini sebetulnya itu sudah berlaku ya. Artinya di tempat-tempat yang rawan semua aktivitas dibatasi, termasuk rumah makan," jelasnya.

Bima mengatakan, jika wilayah sudah kembali aman dari penularan Corona, aktivitas kembali dilonggarkan. Salah satunya aktivitas di rumah makan.

"Jadi kalau kita anggap misalnya wilayah itu aman ya silakan buka, nggak papa. Jadi semuanya dikembalikan ke kota (Pemkot), semuanya ada di keputusan kota, pemerintah kota Bogor. Mana yang boleh mana yang tidak. Ini memang agak rumit ya, sangat dinamis ya, karena hari ini bisa merah, berapa hari lagi bisa tidak." kata dia.

Tonton video 'Kota Bogor Kembali Zona Merah, Ini Penyebabnya':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2