Viral Siswa Diwajibkan Baca Buku Felix Siauw, Disdik Babel Minta Maaf

Deni Wahyono - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 18:46 WIB
Foto: Facebook Felix Siauw
Ustaz Felix Siauw. (Facebook Felix Siauw)
Pangkal Pinang -

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bangka Belitung (Babel) membatalkan surat yang berisi mewajibkan siswa SMA atau sederajat membaca buku 'Muhammad Al Fatih 1453' yang ditulis Felix Siauw. Disdik Babel minta maaf.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung Muhammad Soleh mengatakan secara umum dirinya belum sepenuhnya membaca buku tersebut. Menurutnya, siswa harus membaca buku tersebut agar tahu sejarah.

"Setelah kita tahu pengarangnya adalah salah satu anggota ormas langsung kita batalkan malam itu juga, selang satu jam setelah penandatanganan," ujar Soleh kepada wartawan, Jumat (2/10/2020).

"Ini di luar sepengetahuan kami. Kita tidak tahu juga ya, kita melihat sisi positifnya saja terkait perjuangan Muhammad Al Fatih saat itu," imbuhnya.

Soleh lalu meminta maaf dan mengaku lalai. Kejadian ini akan menjadi evaluasi.

"Jadi kami dari Dinas Pendidikan dan ini di luar sepengetahuan kami, kami mohon maaf atas segala kelalaian, khilaf dan salah kami serta menjadi evaluasi dan introspeksi dinas pendidikan untuk lebih berhati-hati ke depannya saat memberikan tugas kepada para siswa," ujarnya.

Sementara itu, Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama Bangka Belitung menyayangkan dan mengkritik keras apa yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Babel.

"Di dalam buku ini ada penggiringan, bukan sejarah asli. Di mana membangkitkan khilafah Islamiah atau khilafiah ala HTI," kata Ketua PW Nahdlatul Ulama PWNU Bangka Belitung, KH Jaafar Siddiq, saat ditemui detikcom di Pondok Pesantren, Jumat (2/10).

Menurutnya, ada beberapa poin yang menjadi sorotan di dalam buku karangan Felix Siauw itu.

"Harapan Felix Siauw di halaman 314 adalah agar generasi-generasi yang ada (generasi Islam) membenamkan ide-ide kufur lalu menggantinya ide-ide Islam yang orisinil dengan generasi yang akan meninggikan kalimatullah dan membangkitkan kembali kaum Islam dalam penerapan syariat Islam dalam bentuk khilafiah Islam," ujarnya.

"Kita minta agar gubernur menindaklanjuti apa yang dilakukan kepala dinas pendidikan," tambahnya.

(idh/idh)