Dipimpin Benny Mamoto, Ini 18 Anggota Tim Investigasi TGPF Kasus Intan Jaya

Kadek Melda - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 13:20 WIB
Benny Mamoto pria kelahiran Manado Sulawesi Utara yang sejak tahun 2009 menjabat sebagai direktur Badan Narkotika Nasional (BNN).
Benny Mamoto (Foto: Hasan Alhabshy)
Jakarta -

Pemerintah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut kasus penembakan yang terjadi di Intan Jaya, Papua. Susunan TGPF diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md.

Pembentukan TGPF Intan Jaya tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 83 Tahun 2020. Tim tersebut diketuai oleh Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto.

"Kami hari ini membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta atau TGPF kasus Intan Jaya dengan nomor keputusan 83 tahun 2020. Di dalam lampiran 1 kami itu angkat tim investigasi lapangan. Ketuanya Pak Benny Mamoto, Wakil Ketua Sugeng Purnomo," kata Mahfud saat jumpa pers secara daring, Jumat (2/10/2020).

Mahfud mengungkapkan, ada 18 orang dalam tim yang terdiri atas dua komponen itu. Dalam tim tersebut, selain terdiri atas anggota TNI-Polri, juga ada dari Kantor Staf Kepresidenan (KSP) hingga tokoh masyarakat Papua.

"Tim terdiri atas dua komponen, ada komponen pengarah, juga ada pejabat-pejabat resmi Kemenko Polhukam maupun TNI-Polri. Kemudian ada dari KSP, kemudian ada dari BIN, dari tokoh masyarakat Papua Michel, lalu tim investigasi lapangan ada sebanyak 18 orang," ungkapnya.

Berikut daftar nama-nama tim pengarah TGPF Intan Jaya:

Penanggung Jawab
1. Menko Polhukam Mahfud Md

Ketua
2. Sekretaris Kemenko Polhukam Tri Soewandono

Anggota

3. Purnomo Sidi (Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam)
4. Lutfi Rauf (Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan)
5. Rudianto (Deputi Bidang Pertahanan Negara, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan)
6. Armed Wijaya (Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan)
7. Janedjri M. Gaffar (Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan)
8. Rus Nurhadi Sutedjo (Deputi Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan)
9. Jaleswari Pramodhawardani (Deputi V Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, Keamanan, dan Hak Asasi Manusia, Kantor Staf Presiden)
10. Imron Cotan (Badan Intelijen Negara)
11. Rizal Mustary (Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Bidang Komunikasi, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan)
12. Michael Manufandu (Tokoh Masyarakat Papua)

Berikut daftar nama anggota tim investigasi lapangan TGPF Intan Jaya:

Ketua
1. Benny Mamoto (Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional)

Wakil Ketua
2. Sugeng Purnomo (Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan)

Anggota
3. Makarim Wibisono (Tokoh Masyarakat/Tokoh Intelektual)
4. Jhony Nelson Simanjuntak (Koordinator Bidang Hukum dan Advokasi Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia)
5. Henok Bagau (Ketua Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kemah Injil Indonesia di Timika)
6. Apolo Safonpo (Rektor Universitas Cenderawasih Papua)
7. Constan Karma (Tokoh Masyarakat Papua)
8. Thoha Abdul Hamid (Tokoh Masyarakat Papua)
9. Samuel Tabuni (Tokoh Masyarakat Papua)
10. Victor Abraham Abaidata (Tokoh Pemuda Papua)
11. I Dewa Gede Palguna (Universitas Udayana Bali)
12. Bambang Purwoko (Universitas Gadjah Mada)
13. Budi Kuncoro (Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Bidang Hubungan Kelembagaan, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan)
14. Rudy Heriyanto Adi Nugroho (Kepala Divisi Hukum Kepolisian Negara Republik Indonesia)
15. Asep Subarkah (Badan Intelijen Negara)
16. Eddy Rate Muis (Komandan Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia)
17. Arif (Direktur Ideologi Politik, Pertahanan, dan Keamanan, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, Kejaksaan Republik Indonesia)
18. Edwin Partogi Pasaribu (Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban)

Sebelumnya, dua orang anggota TNI, satu warga sipil, dan Pendeta Yeremia Zanambani meninggal dunia setelah ditembak oleh anggota KKSB di Hitadipa, Papua. TNI menyebut tindakan KKSB itu untuk mencari perhatian menjelang sidang utama PBB.

Kapen Kogabwilhan III Kol Czi IGN Suriastawa mengatakan para anggota KKSB itu telah menyebar fitnah bahwa TNI telah melakukan penembakan. Padahal faktanya, kata Suriastawa, penembakan itu dilakukan oleh KKSB.

"Seperti yang telah saya sampaikan kemarin, mereka sedang mencari momen menarik perhatian di Sidang Umum PBB akhir bulan ini. Dan inilah yang saya khawatirkan bahwa rangkaian kejadian beberapa hari ini adalah setting-an mereka yang kemudian diputarbalikkan bahwa TNI menembak pendeta. Harapan mereka, kejadian ini jadi bahan di Sidang Umum PBB. Saya tegaskan bahwa ini semua fitnah keji dari KKSB," kata Suriastawa dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9).

Simak juga video 'Pemerintah Bentuk Tim Investigasi Penembakan TNI-Pendeta di Papua':

[Gambas:Video 20detik]



(imk/imk)