Pengikut Salat Bersiul Tak Gentar Meski Sumardi Ditangkap
Senin, 16 Jan 2006 15:55 WIB
Makassar - Meski Sumardi (60), krator salat bersiul di Polewali, Sulawesi Barat, telah ditahan oleh Mapolres Polmas sejak Kamis lalu (12/1/2006), namun tak membuat para pengikutnya surut. Pun mereka tak gentar dengan ancaman aparat dan kaum agamawan. "Saya tidak akan pernah berhenti meskipun guru saya ditangkap," ujar Valid, salah seorang murid Sumardi, yang juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu kantor dinas di Polewali ketika ditemui wartawan di Desa Laliko, Polewali. Sumardi dikenal mempunyai pengikut yang fanatik. Pengikutnya bukan hanya warga yang berprofesi sebagai pekebun, profesi sebagian besar di Desa Laliko, Polewali, kampung asal Sumardi. Tapi, pengikutnya pun banyak yang berprofesi sebagai PNS dan pedagang. Pengikut Sumardi bukan hanya berasal dari Polewali saja, tapi juga banyak yang berasal dari Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, Sulawesi Selatan (Sulsel). Para pengikutnya ini berkumpul di rumahnya tiap hari Jum'at dan melakukan salat di rumah Sumardi di Desa Laliko. Dari data yang dihimpun detikcom, ajaran keselamatan yang disebarkan Sumardi sebenarnya sudah cukup lama menyebar di Polewali. Namun, ajaran ini mulai membuat resah sebagian warga sejak usai Idul Adha. Sumardi megajarkan salat sambil bersiul. Dalam tiap rakaat, salat diwajibkan untuk bersiul. Sumardi juga yakin kalau masih akan ada nabi setelah Muhammad SAW.
(nrl/)











































