Polri Dalami Kasat Sabhara Bongkar 'Borok' Kapolres Blitar

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 09:44 WIB
Gedung Mabes Polri
Gedung Mabes Polri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Polri memastikan isu Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetyo membiarkan praktik judi sabung ayam dan tambang pasir yang merusak akses jalan desa turut didalami tim Paminal Bidang Propam Polda Jawa Timur (Jatim). Isu pembiaran itu diungkap Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo, yang kecewa terhadap sikap AKBP Ahmad Fanani.

"Iya tho, iya, pasti itu (didalami soal pembiaran judi sabung ayam dan tambang pasir). Namanya juga investigasi, pasti semua keterangan yang disampaikan pasti, kemarin saya bilang, pasti diklarifikasi," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono kepada detikcom, Jumat (2/10/2020).

Awi mengatakan seluruh keterangan AKP Agus akan dicek kebenarannya. Demikian juga pembelaan AKBP Ahmad Fanani atas apa yang dikatakan AKP Agus tentang dirinya.

"Dari AKP Agus bagaimana, dari Kapolresnya bagaimana, yang betul yang mana, pasti itu (dicek kebenarannya)," jelas Awi.

Awi menerangkan tim Paminal nantinya akan membuat laporan hasil penyelidikan. Berdasarkan laporan itu, Bidang Propam Polda Jatim akan memutuskan sikap atas permasalahan AKP Agus dan AKBP Ahmad Fanani.

"Makanya kan Paminal dulu yang diturunkan. Nanti membuat laporan hasil penyelidikan, LHP, dari situlah mau diapain ini laporannya," tutur Awi.

Kapolres Blitar AKBP Ahmad FananiKapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani (Erliana Riady/detikcom)

Sebelumnya, AKP Agus mengatakan, selain arogan, AKBP Ahmad Fanani membiarkan kegiatan sabung ayam di masa pandemi COVID-19. Tak hanya itu, AKP Agus menyampaikan terjadi pembiaran pada pertambangan pasir hingga rusaknya akses menuju desa.

"Kita bekerja keras untuk memutus mata rantai, namun di Blitar ini ada kegiatan yang justru dibiarkan gitu. Kayak pertambangan pasir bebas, sabung ayam bebas, tidak ada teguran," kata Agus kepada wartawan di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Kamis (1/10).

Agus menambahkan, ada lima kecamatan di Blitar yang diketahui menjadi lokasi sabung ayam.

"Tambang pasir di daerah Kali Putih, Kecamatan Garung dan Gandusari. Pertambangan pasir ada 20 backhoe di sana. Hancur jalan desa saya. Sabung ayam saya minta ditutup semua. Ada lima tempat di Blitar," kata Agus.

Seperti diketahui, AKP Agus memutuskan mengundurkan diri dari Polri lantaran tak tahan terhadap sikap AKBP Ahmad Fanani. Agus menyebut Ahmad Fanani kerap melontarkan ujaran kasar kepada anak buah.

"Namanya manusia tentu ada kelebihan dan kekurangan. Setiap beliau marah, ada yang tidak cocok, itu maki-makian kasar yang diucapkan. Mohon maaf, kadang sampai menyebut binatang, bajingan, dan lain-lain. Yang terakhir, sama saya sebenarnya tidak separah itu. Hanya mengatakan bencong, tidak berguna, banci, lemah, dan lain-lain," ungkap Agus.

(aud/tor)