PD DKI: Stiker di Rumah untuk Isolasi OTG Tak Perlu, Bisa Bikin Depresi

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 06:38 WIB
Ciputra Hospital menyiapkan sedikitnya 210 Bed isolasi untuk pasien COVID-19 yang berlokasi di Ciputra Hospital Citra Garden City, Jakarta. Ini potretnya.
Foto: Ilustrasi (dok. Ciputra Group)
Jakarta -

Fraksi Partai Demokrat (PD) DKI menilai tidak perlu ada pemasangan stiker di rumah untuk isolasi pasien OTG Corona. Sebab, penyakit COVID-19 dianggap masih memunculkan stigma negatif di masyarakat.

"Karena stigma COVID itu masih dianggap penyakit aib, persepsi masyarakat di beberapa tempat orang COVID itu dikucilkan, padahal itu kan penyakit yang bukan penyakit aib. Seharusnya sih nggak usah dipasang," kata anggota Fraksi PD DKI, Mujiyono, ketika dihubungi, Kamis (1/10/2020).

Mujiyono mengatakan pemasangan stiker itu juga dikhawatirkan menjadi beban bagi pasien. Bukan membuat semangat, malah menurutnya, pasien bisa menjadi depresi dan berdampak menurunnya imunitas.

"Karena dengan begitu orang bisa jadi depresi, nanti imunitasnya turun penyakitnya makin menjadi-jadi," ujarnya.

Lebih lanjut, Mujiyono menekankan lebih baik Pemprov DKI melakukan pengawasan yang maksimal. Dengan memberdayakan unsur di tingkat RW untuk mengawasi pasien OTG tersebut.

"Ada aparat di bawah yang bisa bergerak yang bisa mendata, misalkan FKDM fungsinya kan kalau lagi begini kurang maksimal. Sebaiknya kalaupun terpaksa ditempel, ditempel di dalam yang orang nggak banyak lihat lah, karena itu tadi persepsi masyarakat yang salah soal COVID, gimana cara kontrolnya kan ada RT RW yang bisa mengawasi," ujarnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini memperbolehkan masyarakat yang positif Corona tak bergejala atau OTG menjalani isolasi mandiri di rumah dengan syarat. Rumah yang digunakan untuk isolasi mandiri itu nanti akan ditempeli stiker khusus bertulisan 'sedang melakukan isolasi mandiri'.

"Lurah menempel atau memasang pengumuman 'sedang melakukan isolasi mandiri' pada pintu atau tempat yang mudah terlihat," demikian bunyi salah satu poin di lampiran Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 980 Tahun 2020.

Alasannya sebagai penanda bagi petugas yang akan mengawasi pasien tersebut. "Ya kan harus diberi tanda, supaya orang yang bertugas mengerti. Lingkungan masyarakat tahu, keluarga tahu, semua tahu," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (1/10/2020).

(eva/idn)