Khofifah: Tak Perlu Sangsikan Kesaktian Pancasila

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 21:50 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Gedung Negara Grahadi, Kamis (2/10/2020).
Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut Pancasila merupakan modal utama untuk bersatu melawan penyebaran virus COVID-19. Menurutnya, nilai-nilai di dalam Pancasila mulai dari keagamaan hingga keadilan sosial mampu menggerakan gotong royong untuk menyelesaikan pandemi.

"Saya rasa kita tidak perlu menyangsikan kesaktian Pancasila dalam menghadapi dinamika sosial politik dan gesekan yang terjadi di tengah masyarakat. Semuanya dapat diselesaikan jika kita mengembalikan kepada nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila. Termasuk saat kita berjuang melawan pandemi ini," ungkap Khofifah dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2020).

Usai memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Gedung Negara Grahadi, Khofifah menuturkan contoh nyata dari gotong royong dapat dengan mudah disaksikan selama pandemi kali ini. Mulai dari perorangan, organisasi, swasta hingga siswa sekolah yang saling bahu membahu menolong satu sama lain yang bahkan pemerintah tak harus memobilisasi.

"Mereka membagikan masker, mengumpulkan donasi untuk APD tenaga medis, hand sanitizer, membagikan makanan, bahkan menyuplai kebutuhan mereka yang divonis tertular COVID-19. Kalau bukan karena semangat gotong royong tidak mungkin ini," ujarnya.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan saat ini musuh yang sedang dihadapi oleh masyarakat adalah virus yang tak kasat mata. Namun, dengan semangat kebersamaan dan kekompakan untuk mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti seluruh anjuran pemerintah, dirinya yakin pandemi akan segera berakhir.

"Ini adalah wujud pengamalan Pancasila Sila Ke-3. Percuma si A disiplin protokol, tapi si B acuh. Tidak akan selesai pandemi ini. Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan. Bahasa gampangnya kompak," imbuhnya.

Di masa pandemi ini, lanjut Khofifah, solidaritas di antara anak bangsa lebih kuat, walau ada satu hingga dua kasus yang terjadi seperti penolakan jenazah di berbagai daerah. Namun, Ia yakin lambat laun masyarakat dapat memahami bila pandemi ini harus disikapi dengan semangat kemanusiaan dan gotong royong.

Menurutnya Pancasila sangat relevan dengan situasi global kekinian, karena memiliki nilai yang mampu membuat Indonesia melalui segala tantangan zaman.

"Pancasila harus terus eksis tidak hanya dalam dimensi ideologi berbangsa dan bernegara , tapi juga pengetahuan, dan tindakan seluruh anak bangsa. Dengan begitu cita-cita akan Indonesia yang maju dan unggul dapat terwujud," pungkasnya.

(prf/ega)