Pasar Inpres Sintang yang Terbakar Dekat RS, Puluhan Pasien Sempat Dievakuasi

Adi Saputro - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 21:22 WIB
Momen pasien RSUD AM Djoen Sintang dievakuasi imbas kebakaran pasar.
Momen pasien RSUD AM Djoen Sintang dievakuasi imbas kebakaran pasar. (Foto: Dok. Istimewa)
Sintang -

Pasar Inpres Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar), yang terbakar posisinya dekat dengan RSUD AM Djoen Sintang. Alhasil, sejumlah pasien yang menjalani rawat inap dievakuasi ke halaman kantor bupati.

Kebarakan Pasar Inpres Sintang itu membuat kepanikan di rumah sakit. Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnahb kemudian memberikan perintah kepada seluruh jajaran untuk membuka halaman Kantor Bupati.

Momen pasien RSUD AM Djoen Sintang dievakuasi imbas kebakaran pasar.Momen pasien RSUD AM Djoen Sintang dievakuasi imbas kebakaran pasar. (Foto: Dok. Istimewa)

Asap pekat imbas kebakaran itu juga sempat masuk ke ruangan rawat inap. Manajemen RSUD AM Djoen Sintang memutuskan untuk mengevakuasi sejumlah pasien.

Kebakaran yang terjadi sore tadi cukup membuat pasien dievakuasi lama. Terhitung kurang lebih 3 jam pasien dipindah sementara ke halaman kantor Bupati.

"Sekitar pukul 18.40 WIB seluruh pasien sudah dikembalikan ke ruangan rawat inap di RSUD AM Djoen Sintang," kata Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang, dr Rosa Trifina, kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).

Momen pasien RSUD AM Djoen Sintang dievakuasi imbas kebakaran pasar.Momen pasien RSUD AM Djoen Sintang dievakuasi imbas kebakaran pasar. (Foto: Dok. Istimewa)

Sebanyak 56 pasien, ditambah 7 pasien IGD sempat dievakuasi. Kini, seluruh pasien itu sudah kembali ke ruang perawatan RSUD. Rosa menambahkan, seluruh pasien dievakuasi berasal dari ruangan bayi, penyakit dalam, VIP, kebidanan, bedah dan ICU.

"kami memutuskan melakukan evakuasi karena lokasi kebakaran yang sangat dekat dengan rumah sakit. Kami melakukan antisipasi. Memang protapnya begitu kalau terjadi kebakaran, pasien kami kumpulkan di titik kumpul di halaman parkir rumah sakit. Halaman Kantor Bupati Sintang memang titik kumpul ketiga jika darurat, itu ada dalam SOP evakuasi di rumah sakit kita," ungkapnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Syarief Yasser Arafat yang berada di halaman Kantor Bupati Sintang, menyampaikan rasa prihatin dengan musibah kebakaran yang terjadi.

"Kebetulan di ruang rawat inap RSUD AM Djoen Sintang banyak pasien yang sedang dirawat. Untuk keamanan dan keselamatan pasien dan keluarganya, memang harus diungsikan dulu di lokasi yang aman dan halaman Kantor Bupati Sintang merupakan lokasi yang representatif untuk dijadikan tempat evakuasi sementara. Walaupun kondisi terakhir, syukur alhamdulilah, bangunan rumah sakit aman dari kebakaran cuma asapnya saja yang membahayakan pasien," ucapnya.

(idn/idn)