Pimpinan DPRD DKI Kritik Anies Terlalu Banyak Bikin Aturan soal Corona

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 15:28 WIB
Gedung DPRD DKI Jakarta
Gedung DPRD DKI Jakarta (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 980 Tahun 2020 yang mengatur tentang prosedur isolasi terkendali bagi pasien tanpa gejala dan gejala ringan. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani mengkritik kebijakan Anies itu.

"Saya pikir Pemprov terlalu banyak lempar regulasi, ini sudah lebih dari 10 Pergub untuk hadapi COVID, terlalu banyak, warga dan penegak hukum jadinya bingung," ujar Zita kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).

Zita mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sering menarik ulur aturan, misalnya mengenai prosedur isolasi. Kini dalam aturan terbaru, ada lagi aturan bagi pasien yang isolasi di rumah dipasangi stiker khusus.

"Belum lama tarik-ulur wacana isolasi untuk OTG, sekarang lempar lagi regulasi untuk stiker," katanya.

Menurutnya, pemasangan stiker khusus di rumah pasien OTG dapat menimbulkan stigma buruk. Bukan hanya untuk pasien, tapi juga bagi keluarganya.

"Saya paham maksudnya agar orang lain tahu, tapi rakyat di bawah itu lapar, mereka hanya butuh kepastian dan kesehatan, itu saja. Jangan warga sudah susah, malah dibuat susah lagi. Harus pikirkan juga dampak dari pemasangan sticker ini, karena imbasnya tidak hanya OTG semata, tapi keluarganya. Sanksi sosial itu lebih berat, dikucilkan di lingkungan sendiri padahal tidak ada apa-apa," ucap Zita.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta kini memperbolehkan masyarakat yang positif Corona tak bergejala atau OTG menjalani isolasi mandiri di rumah dengan syarat. Rumah yang digunakan untuk isolasi mandiri itu nanti akan ditempeli stiker khusus bertulisan 'sedang melakukan isolasi mandiri'.

Aturan isolasi mandiri itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 980 Tahun 2020 tentang prosedur isolasi terkendali. Dalam aturan itu, masyarakat yang ingin menjalani isolasi mandiri di rumah harus memenuhi sejumlah syarat dan penilaian.

Dalam Kepgub DKI Jakarta Nomor 980 Tahun 2020 itu, aturan mengenai isolasi mandiri bisa dilakukan di rumah tertuang pada poin H. Poin H itu berisi penjelasan rinci mengenai prosedur isolasi mandiri yang dilakukan di rumah atau fasilitas pribadi.

Berikut ini prosedur isolasi mandiri jika ingin dilakukan di rumah atau fasilitas pribadi:

H. Pengelolaan fasilitas lainnya berupa rumah atau fasilitas pribadi untuk lokasi isolasi terkendali COVID-19 Provinsi DKI Jakarta

1. Prosedur
a. Pemantauan kondisi kesehatan pasien secara berkala oleh puskesmas terdekat;
b. Pengawasan lokasi isolasi dilakukan oleh lurah dengan melibatkan Gugus Tugas RW/RT atau pihak lainnya yang dianggap mampu dan penegakan disiplin bersama instansi terkait bila terjadi pelanggaran dalam proses isolasi terkendali pada fasilitas lainnya;
c. Lurah menempel atau memasang pengumuman 'sedang melakukan isolasi mandiri' pada pintu atau tempat yang mudah terlihat;
d. Pasien harus selalu proaktif berkomunikasi dengan petugas kesehatan;
e. Manfaatkan fasilitas telemedicine atau social media kesehatan;
f. Pasien tetap tinggal di rumah dan jangan pergi bekerja dan ke ruang publik;
g. Pasien tidak diperkenankan untuk berinteraksi langsung dengan keluarga atau kerabat selama masa isolasi terkendali;
h. Gunakan kamar terpisah di rumah dari anggota keluarga yang lainnya jika melakukan isolasi bersama orang lain. Jika memungkinkan upaya menjaga setidaknya satu meter dari orang lain;

i. Gunakan selalu masker selama masa isolasi diri;
j. Lakukan pengukuran suhu harian dan observasi gejala klinis seperti batuk atau kesulitan bernapas;
k. Hindari pemakaian bersama peralatan makan jika melakukan isolasi mandiri bersama orang lain (piring, sendok, garpu, gelas) dan peralatan mandi (handuk, sikat gigi, gayung) dan seprai;
l. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan mengonsumsi makanan bergizi, membersihkan tangan secara rutin, mencuci tangan dengan sabun serta air mengalir dan lakukan etika batuk/bersin;
m. Jika memungkinkan berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi;
N. Jaga kebersihan rumah dengan cairan disinfektan;
o. Membuang sampah bekas keperluan pribadi pada wadah yang tertutup rapat;
p. Segera hubungi fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit memburuk (seperti sesak napas) untuk dirawat lebih lanjut

(man/idn)