Sempat Melarang, Anies Kini Izinkan Pasien OTG Corona Isolasi di Rumah

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 11:38 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan di Jalan Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara, Selasa (1/9/2020).
Gubernur DKI Anies Baswedan di Jalan Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara. (Ilman/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat melarang pasien COVID-19 di DKI melakukan isolasi mandiri. Namun, dalam peraturan terbaru, kini masyarakat DKI yang dinyatakan positif virus Corona bisa melakukan isolasi mandiri tapi dengan berbagai syarat.

Aturan yang dimaksud ialah Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 979 Tahun 2020 dan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 980 Tahun 2020 soal prosedur isolasi terkendali. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti, menjelaskan, dalam aturan itu, Pemprov DKI tengah menyiapkan lokasi isolasi terkendali yang ditujukan untuk orang terkonfirmasi COVID-19 tanpa gejala dan/atau bergejala ringan, salah satunya rumah/fasilitas pribadi/lokasi lainnya.

"Lokasi isolasi terkendali yang dimaksud adalah lokasi isolasi yang telah ditunjuk oleh pemerintah pusat/pemerintah daerah/Gugus Tugas Penanganan COVID-19 tingkat provinsi/wilayah, diperuntukkan bagi orang terkonfirmasi COVID-19 tanpa gejala dan atau bergejala ringan. Di antaranya, fasilitas isolasi mandiri Kemayoran; hotel, penginapan, atau wisma dan fasilitas lainnya berupa rumah/fasilitas pribadi/lokasi lainnya. Secara khusus, untuk orang terkonfirmasi COVID-19 tanpa gejala akan ditempatkan di fasilitas isolasi mandiri Kemayoran, sedangkan gejala ringan-sedang akan dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet," kata Widyastuti dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2020).

Widyastuti mengatakan masyarakat yang ingin melakukan isolasi diri di rumah atau fasilitas pribadi harus memenuhi sejumlah syarat dan penilaian. Penilaian kelayakan itu nanti dilakukan oleh Gugus Tugas setempat, lurah atau camat setempat, dan petugas kesehatan.

"Setelah ditetapkan, individu atau masyarakat harus menjalani isolasi mandiri dengan mematuhi protokol kesehatan. Petugas kesehatan akan memantau secara berkala. Jika kondisi pasien memburuk, harus dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut. Lurah bersama Gugus Tugas Penanganan COVID-19 tingkat RT/RW juga mengawasi proses isolasi mandiri tersebut bersama Satpol PP, kepolisian, TNI, dan unsur terkait untuk melakukan penegakan hukum/disiplin bila terjadi pelanggaran," jelasnya.

Namun Widyastuti mengatakan, jika tempat yang diajukan itu tidak memenuhi syarat, masyarakat tetap harus menjalani isolasi di tempat yang telah ditentukan Pemprov DKI. Widyastuti menegaskan, jika ada warga yang menolak diisolasi di tempat yang telah ditentukan Pemprov, petugas kesehatan, Satpol PP hingga TNI/Polri akan menjemputnya.

"Bila kelayakan tempat isolasi tidak memadai, sedangkan untuk individu/masyarakat tadi yang tidak bersedia dirujuk ke lokasi isolasi terkendali, petugas kesehatan menginformasikan kepada Gugus Tugas setempat atau lurah atau camat untuk melakukan penjemputan paksa bersama Satpol PP, kepolisian, TNI, dan unsur terkait," ujarnya.

Simak video 'Sejumlah Hotel di Jakarta Siap Tampung Pasien OTG Corona':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2