Mahfud Md: Pendekatan Keamanan di Papua Itu Lagu Lama!

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 14:55 WIB
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md
Mahfud Md (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Menko Polhukan Mahfud Md mengatakan pemerintah tidak melakukan pendekatan keamanan untuk kesejahteraan warga Papua. Mahfud menegaskan pemerintah akan melakukan pendekatan komprehensif dengan memperbarui instruksi presiden (Inpres) percepatan pembangunan Papua.

"Kita sudah menyiapkan rancangan inpresnya yang akan segera dikeluarkan dalam waktu dekat. Jadi saya ingin mengatakan istilah bahwa pemerintah menggunakan pendekatan keamanan lagu lama kita pendekatan bukan keamanan, keamanan biasa saja dilakukan sesuai dengan kebutuhan kalau terjadi sesuatu itu ditindak itu yang kita lakukan," kata Mahfud dalam konferensi pers virtual, Kamis (1/10/2020).

Mahfud menjelaskan pendekatan komprehensif akan disesuaikan dengan situasi keamanan. Apabila terjadi kerusuhan, pemerintah akan melakukan pengamanan.

"Pemerintah selama ini sebenarnya menggunakan pendekatan komprehensif bukan pendekatan keamanan seperti anda tahu keamanan bergerak kalau ada pengacauan, kerusuhan yang diciptakan atau pembunuhan seperti yang terjadi di Intan Jaya baru aparat turun untuk menyelesaikannya," katanya.

"Sehari-hari kan aparat tidak melakukan itu, sebenarnya jadi itu rutin saja sebenarnya, seperti dilakukan di daerah lain juga keamanan itu berjalan, pertahanan dan keamanan berjalan sebagaimana mestinya. Apakah akan berubah? kita akan melakukan modifikasi melalui konsep penanganan Papua secara holistik komprehensif. Bukan berubah materinya karena selama ini juga sudah dilakukan tapi selama ini lintas kementerian lembaga belum terkoordinasi," sambungnya.

Mahfud kemudian memaparkan anggaran yang dikeluarkan pemerintah pusat untuk Papua, namun belum berjalan efektif. Sehingga pemerintah akan mengeluarkan Inpres baru untuk memperbarui Inpres No. 9 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat 2018-2019.

"Papua itu dapat 17 kali lebih besar dana yang diperlukan atau dana yang dikeluarkan pemerintah untuk keperluan orang Papua per orang 17 kali lebih besar dibandingkan rata-rata nasional. Saya kira ini bukan hal baru ini pernah diungkap Rizal Ramli. Tapi seperti tidak ada gunanya karena apa nampaknya kurang terkoordinasi sehingga pemerintah sedang menyiapkan Inpres koordinasi atau penanganan lebih terpadu," kata Mahfud.

Simak video 'Usai Penembakan Pendeta di Papua, Warga Hitadipa Minta TNI Ditarik':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2