PAN Tegaskan Beda dengan Partai Ummat: Kami Nasionalis Religius

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 14:40 WIB
Sekretaris Fraksi PAN DPR Yandri Susanto bersama sejumlah anggota DPR dari Fraksi PAN seperti Viva Yoga Mauladi, Daeng Mohamad, dan H Bakri menggelar jumpa pers di gedung DPR, Jakarta, Senin (22/1/2018). Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) meluruskan pernyataan ketua umum mereka, Zulkifli Hasan terkait pembahasan isu Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender atau LGBT di DPR yang jadi sorotan. PAN menyebut memang tidak ada pembahasan RUU LGBT di DPR.
Viva Yoga Mauladi (berkemeja merah). (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

PAN menyambut baik kehadiran Partai Ummat bentukan Amien Rais. PAN menegaskan mereka kini beda haluan dengan Amien Rais.

"PAN mengucapkan selamat datang kepada Partai Ummat di gelanggang politik," kata jubir PAN, Viva Yoga Mauladi, kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).

Viva menyebut ideologi PAN dengan Partai Ummat jelas berbeda. PAN, sebut dia, mengusung ideologi nasionalis religius.

"Secara ideologi politik, PAN dan Partai Ummat berbeda. PAN berideologi nasionalis-religius, Partai Ummat itu partai Islam. Perbedaan ideologi politik tentu akan membawa konsekuensi berbeda dalam basis sosial di masyarakat," ujar Viva.

Waketum PAN itu juga menekankan, dengan berdirinya Partai Ummat ini, Amien Rais sudah bukan bagian dari PAN. Mulai kini, Viva menekankan, Amien Rais tidak lagi identik dengan PAN.

"Hal ini berarti secara resmi dan legal konstitusional Pak Amien Rais telah keluar dan meninggalkan PAN. Pak Amien sebagai salah satu pendiri dan mantan Ketua Umum PAN 2000-2005 sudah tidak lagi menjadi bagian dari keluarga besar PAN. Oleh karena itu, Pak Amien Rais sudah tidak identik lagi dengan PAN," tegasnya.

Seperti diketahui, Amien Rais telah mengumumkan nama partai barunya, yakni Partai Ummat. Amien ingin berjuang melawan kezaliman lewat Partai Ummat.

"Pertama, melakukan al amru bil ma'ruf dan an-nahyu 'anil munkar, yakni memerintahkan tegaknya kebajikan dan memberantas keburukan. Kedua, menjalankan al amru bil 'adli dan an-nahyu 'anidzulmi, yakni menegakkan keadilan dan memberantas kezaliman," kata Amien melalui akun YouTube resminya, Kamis (1/10).

(zap/zak)