Amien Rais Umumkan Partai Ummat, Gerindra: Ini Persaingan

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 14:25 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad usai menghadiri rapat Baleg DPR dengan Apindo perihal RUU Cipta Kerja, di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (28/82020).
Sufmi Dasco Ahmad (Rahel Narda/detikcom)
Jakarta -

Politikus senior Amien Rais telah mengumumkan nama partai barunya, Partai Ummat. Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad berharap kehadiran partai baru itu dapat menambah iklim demokrasi Indonesia menjadi semakin sehat.

"Mudah-mudahan bisa menambah iklim demokrasi Indonesia menjadi sehat," kata Dasco di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Dasco juga tidak mempermasalahkan adanya Partai Ummat Amien Rais selama mengikuti aturan yang ada. Sebab, kata Dasco, membuat partai baru adalah hak semua orang.

"Sejauh ini kan kebebasan berserikat berkumpul, termasuk membuat partai dijamin haknya oleh konstitusi kita. Nah apa yang dilakukan oleh Pak Amien Rais sepanjang mengikuti aturan yang ada, tidak ada masalah partai baru," ujarnya.

Wakil Ketua DPR ini juga tidak khawatir soal dampak hadirnya Partai Ummat Amien Rais terhadap suara Partai Gerindra. Menurutnya, itu merupakan persaingan dalam sistem pemerintahan yang demokratis.

"Saya pikir ini persaingan dalam demokrasi, ya partai baru itu nanti juga akan ada beberapa. Bukan hanya partai ini. Jadi saya pikir nggak ada masalah sepanjang masing-masing parpol yang sudah punya kursi menunjukkan program dan komitmen kepada masyarakat saya yakin kita bisa menjaga konstituen kita," ucap Dasco.

Diketahui, Amien Rais resmi mengumumkan partai barunya yang dinamai Partai Ummat. Amien Rais ingin berjuang melawan kezaliman lewat Partai Ummat.

Pengumuman nama partai baru Amien Rais, Partai Ummat, disampaikan langsung mantan Ketua MPR itu di akun YouTube resminya, Kamis (1/10/2020). Amien Rais bicara soal dua perintah di Al-Qur'an.

"Pertama, melakukan al amru bil ma'ruf dan an-nahyu 'anil munkar, yakni memerintahkan tegaknya kebajikan dan memberantas keburukan. Kedua, menjalankan al amru bil 'adli dan an-nahyu 'anidzulmi, yakni menegakkan keadilan dan memberantas kezaliman," kata Amien Rais.

(hel/gbr)