PAN: Jika Ada Kader Ikut Partai Ummat, Hanya Sebagian Kecil

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 14:17 WIB
Viva Yoga Mauladi
Jubir PAN Viva Yoga Mauladi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

PAN optimistis kadernya akan tetap setia dan loyal kepada partai meski ada Partai Ummat Amien Rais. PAN menyebut, kalaupun ada kadernya yang ikut Amien Rais, itu pun hanya segelintir orang.

"PAN meyakini bahwa kader dan pengurus PAN memiliki rasionalitas politik dan berakal sehat. Mereka akan tetap istiqomah dan cinta PAN. Jika ada anggota yang keluar dari PAN dan ikut Partai Ummat, itu hanya sebagian kecil saja. Non-signifikan. Tidak bedol desa. Apalagi sampai saat ini tidak ada satu pun anggota legislatif, di DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota maupun kader di lembaga eksekutif yang menyatakan keluar dari PAN dan bergabung di Partai Ummat," kata jubir PAN Viva Yoga Mauladi kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).

Ada sejumlah alasan PAN yakin kadernya tidak pindah ke Partai Ummat. Salah satunya adalah suara PAN lebih banyak dari Partai Ummat dan PAN bisa maju di pemilu, berbeda dengan Partai Ummat, yang belum memperoleh kejelasan.

"Mengapa? Karena, pertama, menjadi anggota legislatif dan eksekutif melalui kontestasi dan kemenangan elektoral adalah buah dari perjuangan yang tidak mudah. Hal ini menyebabkan mereka berpikir realistis sebagai seorang politisi," katanya.

"Ada persyaratan berdirinya partai politik baru, ada persyaratan partai politik baru dapat mengikuti kontestasi pemilu sebagai peserta, dan ada persyaratan partai politik peserta pemilu lolos parliamentary threshold (PT) agar dapat meraih kursi di DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota," sambungnya.

Lebih lanjut dia menegaskan PAN akan terus berjuang di dunia politik. Dia juga menjanjikan PAN akan bertransformasi menjadi partai modern.

"PAN tidak ada program khusus berkaitan dengan berdirinya Partai Ummat. PAN saat ini tetap fokus untuk menyelesaikan konsolidasi organisasi sampai ke tingkat desa melalui kegiatan permusyawaratan, membuat program kemanusiaan untuk membantu pemerintah memberantas pandemi COVID-19, menjalankan fungsi konstitusional di lembaga legislatif, termasuk fungsi kontrol dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan, serta masif bergerak membangun proses perkaderan partai," katanya.

(zap/ibh)