Kemenag Susun Aturan Protokol Kesehatan Penyelenggaraan Umroh

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 14:19 WIB
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nizar Ali
Foto: Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Nizar Ali. (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah, lewat Kementerian Agama (Kemenag), tengah menyusun aturan mengenai protokol kesehatan pencegahan virus Corona dalam penyelenggaraan ibadah umroh. Hal ini untuk menindaklanjuti keputusan pemerintah Arab Saudi yang membuka perjalanan umroh dengan beberapa tahapan.

"Persiapan kami, Kemenag, sekarang baru menyusun peraturan menteri agama terkait dengan protokol, kita tunggu saja," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nizar Ali kepada wartawan di gedung Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2020).

Nizar menyebut saat ini pihaknya sedang berupaya menyusun aturan tersebut. Ia berharap aturan ini bisa segera disahkan ketika Menag Fachrul Razi telah sembuh total dari COVID-19.

"Karena pak menteri sedang terganggu kesehatannya, insyaallah nanti akan membaca dan kita akan minta masukannya agar segera protokol umroh itu akan ditandatangani. Kan masih sebulan, 1 November," ujar Nizar.

Nizar mengatakan bahwa Indonesia termasuk ke negara yang diperbolehkan oleh Arab Saudi untuk melakukan perjalan umroh. Di sisi lain, ada tiga negara di dunia yang belum diizinkan karena penanganan pandemi COVID-19 dianggap belum berhasil.

"Jadi 3 negara itu adalah, pertama India, kedua Brasil, yang ketiga dan Argentina. Kenapa tidak boleh? Karena penanganan pandemi COVID dianggap tidak berhasil. Indonesia masih diperbolehkan, sehingga insyaallah tanggal 1 November sudah bisa," jelasnya.

Sebelumnya, Nizar mengatakan pembukaan kembali perjalanan umroh akan dilakukan dalam 3 tahapan. Tahapan pertama, pada 4 Oktober 2020 Kerajaan Arab Saudi hanya mengizinkan warga negara Arab Saudi dan ekspatriat untuk melakukan perjalanan Oktober 2020. Kapasitasnya pun akan dibatasi maksimal 30 persen.

Kemudian, tahap kedua perjalanan umrah akan dibuka sejak 18 Oktober 2020. Kapasitas jemaah akan dinaikkan menjadi 75 persen.

"Tahap yang ketiga, sudah mulai menampung dari negara lain yakni mengizinkan ibadah umroh dan salat bagi luar warga negara Saudi, mukimin dan orang dari luar negeri Saudi per 1 November 2020," ujar Nizar di dalam rapat bersama Komisi VIII DPR di MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9).

(zak/zak)