Komnas Perempuan Desak Polisi Tangkap Pelaku Begal Payudara di Bintaro

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 13:14 WIB
A young woman protects herself by hand
Ilustrasi (Foto: dok. iStock)
Tangerang Selatan -

Seorang perempuan pesepeda menjadi korban begal payudara hingga terjatuh di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Komnas Perempuan pun mendesak aparat kepolisan agar segera menangkap pelaku.

Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah mengatakan perlu langkah-langkah tegas dari pemerintah setempat hingga aparat penegak hukum dalam menyikapi kasus tersebut.

"Hal yang juga sebenarnya bisa didorong dari pemerintah Tangerang itu mereka bikin pernyataan publik, misalnya bahwa pemerintah Tangerang mengutuk kejadian ini dan akan bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk sama-sama mencegah dan menangani," kata Siti ketika dihubungi detikcom, Kamis (1/10/2020).

"Itu juga akan membuat percaya diri kepada korban, 'kalau saya melapor bisa ditangani dengan baik, saya tidak akan diviktimisasi begitu'. Hal-hal kayak gitu yang menurut kami bisa dilakukan untuk mencegah kejadian lainnya. Kami dari Komnas Perempuan juga minta polisi segera bisa menangkap pelaku tersebut," sambungnya.

Kasus pelecehan seksual terhadap perempuan di wilayah Tangerang Selatan sendiri tercatat terjadi tiga kali dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir ini. Hal tersebut, kata Siti, menjadi bukti bahwa ruang publik di Tangerang Selatan belum aman untuk perempuan.

"Iya tentunya kami menyesalkan terus terjadinya kekerasan seksual di ruang publik. Itu membuktikan ruang publik di Tangerang Selatan masih belum cukup aman untuk perempuan. Karena ini kan berulang, ya," ungkapnya.

Untuk itu, Siti berharap ada tindakan serius yang bisa segera diambil oleh pemerintah setempat dan instansi terkait dalam mencegah berulangnya kasus tersebut. Menurut Siti, salah satu langkah yang bisa diambil adalah dengan memasifkan kampanye tentang pendidikan seksual.

Komnas Perempuan mendorong pemerintah setempat dan aparat penegak hukum secara terus-menerus mengkampanyekan bahwa tindakan pelecehan seksual merupakan perbuatan melanggar hukum.

"Pendidikan publik itu tidak ada salahnya jika petugas kepolisian memasang di tempat publik itu, misalnya (tanda) pelecehan seksual itu melanggar hukum. Kata itu saja sebenarnya secara tidak langsung ada dua hal. Pertama, masyarakat teredukasi bahwa pelecehan seksual itu melanggar hukum," jelasnya.

"Kedua, itu juga bisa mencegah pelaku yang akan melakukan (pelecehan seksual) ketika ada sign, pelaku akan mengurungkan karena tahu polisi dan warga di sini sepakat bahwa pelecehan seksual itu melanggar hukum," sambung Siti.

Seperti diketahui, aksi begal payudara kembali terjadi di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Polisi hingga kini masih menyelidiki kasus tersebut.

Setidaknya sudah tiga kali aksi begal payudara terjadi di Bintaro. Terakhir, artis Soraya Larasati mengaku menjadi korban begal payudara saat lari pagi di Sektor V Bintaro. Kasus yang menimpa Soraya Larasati pun belum tertangkap pelakunya.

(mei/mei)