530 Jemaah Tablig di India-60 PMI Korban TPPO di Suriah Dipulangkan ke RI

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 12:00 WIB
Menlu Retno Marsudi / Dok. Kemlu
Foto: Menlu Retno Marsudi / Dok. Kemlu
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah memulangkan 60 jemaah tablig (JT) asal Indonesia yang berada di India. Total, hingga kini sudah 530 jemaah tablig yang dipulangkan dari India.

"Terkait pemulangan JT, KBRI New Delhi dan KJRI Mumbai berhasil memulangkan 15 jemaah tablig WNI dengan demikian total 530 JT telah dipulangkan ke tanah air," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi dalam jumpa pers yang disiarkan kanal YouTube Kemlu, Kamis (1/10/2020).

Retno mengatakan, saat ini masih ada 221 jemaah tablig Indonesia yang berada di India. Rencananya, ratusan WNI tersebut akan dipulangkan pada 5 Oktober mendatang.

"Sedangkan untuk 221 lainnya sedang terus kita upayakan pemulangannya insyaallah kita akan kembali memulangkan WNI kita dari India, jamaah tablig WNI dari India pada tanggal 5 Oktober mendatang. Jumlah pastinya masih menunggu proses administrasi dari berbagai otoritas di India," tuturnya.

Retno juga menyampaikan kabar duka dari jemaah tablig di India. Ada 1 WNI yang meninggal dunia karena serangan jantung.

"Seorang JT Indonesia meninggal di Chennai akibat serangan jantung pada tanggal 22 September. Sejauh ini KJRI Mumbai telah memberikan bantuan kekonsuleran sesuai permintaan keluarga, jenazah akan dimakamkan di India," kata Retno.

Untuk pekerja migran Indonesia (PMI), Retno mengatakan, Kemlu telah berhasil memulangkan 60 WNI dari Damaskus, Suriah pada 28 September lalu. 60 PMI tersebut merupakan korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

"Ke-60 PMI ini diduga merupakan korban tindak pidana perdagangan orang. Kementerian Luar Negeri telah berkoordinasi dengan Kementerian lembaga terkait untuk mendorong penegakan hukum kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab," ujarnya.

Kemudian, pemerintah juga akan memfasilitasi kepulangan WNI asal Kepulauan Riau yang terdampar di Malaysia karena kerusakan mesin perahu. Retno mengatakan, WNI tersebut akan dipulangkan dari Johor ke Batam hari ini.

"Direncanakan akan dipulangkan 51 nelayan tradisional WNI asal Aceh dari Songkhla Thailand dan pada 4 Oktober mendatang juga direncanakan akan dipulangkan 18 ABK WNI yang stranded di Fiji. Kementerian Luar Negeri dan perwakilan Indonesia di luar negeri akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk memfasilitasi kepulangan para WNI dan PMI yang strategis di berbagai lokasi di dunia meskipun di tengah kesulitan mendapatkan akses penerbangan internasional," tutur Retno.

(mae/imk)