Kemlu: Filipina Komitmen Selamatkan 4 WNI yang Masih Disandera Abu Sayyaf

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 11:10 WIB
Menlu Retno (Dok Kemlu)
Menlu Retno (Foto: dok. Kemlu)
Jakarta -

Satu warga negara Indonesia (WNI) tewas dibunuh oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Kini masih ada empat warga yang merupakan nelayan Indonesia yang disandera oleh kelompok separatis itu.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi menegaskan akan terus berkomunikasi dengan pemerintah Filipina, terutama mengenai nasib empat WNI itu.

"Kita akan terus... kita akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan otoritas Filipina mengenai nasib empat sandera lainnya," kata Retno dalam jumpa pers yang disiarkan kanal YouTube Kemlu, Kamis (1/10/2020).

Retno mengatakan Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) juga telah memberikan komitmennya. Komitmen tersebut mengenai upaya menemukan dan menyelamatkan keempat WNI yang masih disandera.

"AFP telah memberikan komitmen untuk menemukan dan menyelamatkan mereka," kata Retno.

Pemerintah Indonesia berduka. Satu warga negara Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf meninggal dunia.

"Satu sandera WNI dengan inisial LB diinformasikan meninggal dunia setelah terjadi kontak senjata antara aparat keamanan Filipina Joint Task Force Sulu dan 45 batalion infanteri dengan kelompok ASG (Abu Sayyaf Group) di Kota Patikul, Provinsi Sulu," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi dalam jumpa pers yang disiarkan kanal YouTube Kemlu, Kamis (1/10/2020).

Retno mengatakan jenazah WNI tersebut telah diterbangkan ke rumah duka di Zamboanga, Filipina. Jenazah LB diterbangkan dengan pesawat militer Filipina kemarin, Rabu (30/9).

"Pada pukul 8 waktu setempat hari ini, jenazah telah diterbangkan dari Sulu ke Zamboanga dengan pesawat militer Filipina dan jenazah kemudian dibawa langsung ke funeral house di Zamboanga. Dokumentasi kematian dan kelengkapan lainnya sedang diproses oleh Westmincom Funeral House dan PNP," ujarnya.

(mae/imk)