Polisi Akan Bubarkan Pendukung Paslon SUKA yang Berkerumun Saat Sidang Bawaslu

Faruk Nickyrawi - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 11:44 WIB
Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat
Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat (Faruk/detikcom)
Dompu -

Bawaslu akan menggelar sidang ajudikasi sengketa antara KPU dan pasangan calon H Syaifurrahman dan Ika Rizky Veriyani (SUKA) yang dinyatakan gagal maju di Pilkada Dompu 2020. Polisi menegaskan akan membubarkan massa yang berkerumun di depan kantor Bawaslu Dompu, NTB, saat sidang berlangsung.

Penegasan ini disampaikan Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat ketika memimpin apel persiapan pengamanan sidang ajudikasi dan tahapan-tahapan pilkada lainnya pada Kamis (1/10/2020).

"Untuk teknis pengamanan akan kita ubah, di depan kantor Bawaslu kita sterilkan dengan menutup total di perempatan lampu merah Swete dan di pertigaan gudang Bolly. Kita harus memastikan tidak ada kerumunan. Jika ada kerumunan, kita akan bubarkan tentunya sesuai dengan aturan," ungkap AKBP Syarif.

Apel pagi juga dihadiri oleh Dandim 1614/Dompu dan seluruh anggota Polres Dompu serta pasukan BKO Brimob dari Kabupaten Bima dan Sumbawa. Syarif juga mengevaluasi pelaksanaan pengamanan yang sebelumnya saat massa simpatisan SUKA berbuat ricuh dengan melemparkan batu ke arah kantor Bawaslu.

"Terhitung mulai hari ini pengamanan kita buat lebih baik lagi. Kita evaluasi pelaksanaan sebelumnya untuk kita perbaiki. Kita harus memberikan jaminan kepada masyarakat kelangsungan semua tahapan Pilkada Dompu yang aman dan lancar," ujarnya.

"Saya ucapkan terima kasih kepada rekan semuanya yang sudah bekerja mengamankan pelaksanaan sebelumnya sehingga sejauh ini situasi kondusif wilayah Dompu masih aman dan terkendali," tambah Syarif.

Kapolres Dompu AKBP Syarif HidayatKapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat saat memimpin apel. (Faruk/detikcom)

Syarif mengatakan, dalam pelaksanaan pengamanan, polisi tidak bisa bekerja sendiri dan perlu peranan semua pihak. Ini agar pelaksanaan pilkada berjalan aman dan damai.

"Agenda Bawaslu hari ini yaitu sidang ajudikasi yang diikuti pihak Bawaslu, KPU, dan bapaslon SUKA. Sidang ajudikasi akan dilaksanakan nanti pukul 14.00 Wita," terang Syarif.

Seperti diketahui, hasil rapat mediasi antara pasangan SUKA dan KPU Dompu tidak melahirkan keputusan apa pun. Hanya, termohon dan pemohon bersepakat akan melanjutkan sidang dengan sidang ajudikasi.

"Proses mediasi ini sepakat untuk tidak diselesaikan dengan cara mediasi dan akan diselesaikan melalui ajudikasi. KPU bertahan pada keputusannya dan menolak tuntutan kami. Sepakat untuk diselesaikan lewat ajudikasi dan persidangan sebagaimana mestinya," kata salah satu anggota tim kuasa hukum bapaslon SUKA, Kisman Pangeran, kepada wartawan.

Akibat gagalnya mediasi, massa pendukung dan simpatisan SUKA sempat berbuat ricuh dengan melemparkan batu ke arah kantor Bawaslu Dompu, tempat mediasi dilakukan. Polisi pun mengeluarkan tembakan gas air mata, yang membuat massa berlari berhamburan.

Pendukung paslon SUKA juga sempat menggelar aksi demo menolak keputusan KPU Dompu karena jagoannya dianggap tak memenuhi syarat. Massa sempat memblokade jalan di beberapa titik sejak Rabu (23/9) petang. Untuk membubarkan massa, polisi pun menembakkan gas air mata. Massa aksi memblokade jalan provinsi dengan menggunakan batu hingga kayu.

(elz/ear)