ADVERTISEMENT

TNI-Polri Resmikan 'Apartemen Bebas COVID' Berstandar Prokes di Jakbar

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 11:35 WIB
TNI-Polri Resmikan Apartmen Bebas COVID Berstandar Prokes di Jakbar
Kapolda Metro-Pangdam Jaya meresmikan 'apartemen bebas COVID-29'. (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya bersama jajaran Kodam Jaya meresmikan 'apartemen bebas COVID-19' (ABC) di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Peluncuran 'apartemen bebas COVID-19' ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan di lingkungan apartemen.

Peluncuran apartemen bebas COVID-19 ini dilakukan di Apartemen Mediterania Garden Residence, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Apartemen tersebut 'dinobatkan' sebagai 'apartemen bebas COVID-19' karena menerapkan standar protokol kesehatan yang baik.

Penerapan protokol kesehatan di kawasan apartemen ini dilakukan dari mulai pintu gerbang apartemen hingga ke dalam unit apartemen. 'Apartemen bebas COVID-19' ini diluncurkan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

Pantauan detikcom di lokasi, Nana dan Dudung terlihat menjajal sejumlah fasilitas protokol kesehatan yang disediakan di apartemen tersebut. Terlihat mereka mencuci tangan hingga mengecek satu per satu unit apartemen.

Selain fasilitas untuk mencuci tangan dan pengecekan suhu tubuh, apartemen ini juga memasang sejumlah spanduk hingga running text untuk selalu mengingatkan masyarakat, khususnya penghuni apartemen agar menerapkan protokol kesehatan.

"Saat ini kami launching 'apartemen bebas COVID-19' ini dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat berbasis komunitas," kata Nana kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).

Nana pun memastikan apartemen bebas COVID ini juga sudah memiliki fasilitas protokol kesehatan yang baik. Dia pun menyebut tujuan launching ini agar masyarakat bisa lebih sadar mematuhi protokol kesehatan.

"Tujuan pelaksanaan ini untuk gimana kita harap untuk tingkatkan kesadaran mematuhi protokol kesehatan. Kami lihat untuk peralatan kesehatan dari beberapa lokasi sudah cukup baik, seperti tempat cuci tangan, pemeriksaan suhu badan, dan di lift ini," ujar Nana.

Nana mengatakan pengawasan hingga ke komunitas ini dilakukan lantaran kasus Corona di Jakarta yang masih tinggi. Dia juga menyebut kawasan Jakarta masih beresiko tinggi.

"Jadi sebagaimana kita tahu bersama, khususnya di Jakarta dan sekitarnya bahwa COVID-19 ini masih tinggi. WHO nyatakan di kawasan Jakarta ini masih berisiko tinggi. Kalau kita rata-rata tiap hari penambahan COVID ini ada 900 sampai 1.000 orang," ucapnya.

(maa/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT