Round-Up

Kapolri Ingin Tempeleng Pilot dan Copot Direktur Ayam Sayur

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 07:17 WIB
Komisi III DPR pagi ini menggelar rapat kerja dengan Kapolri Jenderal Idham Azis. Ini merupakan rapat perdana Idham Azis sebagai Kapolri.
Foto: Kapolri Jenderal Idham Azis (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Idham Azis membuat penyataan-pernyataan yang menyedot perhatian publik. Pernyataan itu mulai dari dirinya ingin menempeleng pilot hingga akan mencopot direktur narkoba di tubuh Polri yang bagaikan ayam sayur. Ucapan itu dilontarkan Idham Azis di depan mitra kerja Komisi III DPR RI.

Soal pernyataan ingin menempeleng pilot, ini berawal dari helikopter milik Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) yang sempat terbang rendah untuk membubarkan massa aksi setahun tewasnya mahasiswa Universitas Halu Uleo (UHO), Randy dan Yusuf. Polda Sultra sendiri memastikan pilot dari heli tersebut melakukan manuver tanpa izin atasan.

Idham Azis kemudian angkat bicara soal helikopter terbang rendah ini di depan Komisi III. Dia menegaskan pilot helikopter itu sudah diperiksa Propam Polri karena bekerja tak sesuai standar operasional prosedur (SOP).

"Itu pilotnya itu udah saya tindak itu, dan sudah diperiksa sama Propam itu. Itu ngarang-ngarang aja itu, tidak ada SOP-nya di udara itu, yang di Kendari itu," kata Idham Azis dalam rapat bersama Komisi III DPR, Rabu (30/9/2020).

Tak hanya menyebut pilot helikopter itu ditindak. Idham nampaknya geram dengan kerja anak buahnya itu. Bila diperkenankan, Idham akan menempeleng pilot berulah itu.

"Udah saya tindak, itu pilotnya ngarang-ngarang itu. Cuma sekarang nggak boleh main tempeleng-tempeleng, jadi diperiksa Propam saja. Kalau masih boleh, saya tempeleng itu," tegasnya.

Lepas dari soal pilot helikopter berulah, Idham kemudian disorot tajam oleh Komisi III terkait pemberantasan narkoba. Anggota Komisi III F-Demokrat Hinca Pandjaitan meminta Idham membuat peta jalur peredaran narkoba hingga ke desa-desa.

"Saya mohon diteruskan ke kapolda dan kapolres sampai ke bawah untuk membuat peta peredaran narkoba dari sisi bandar per kecamatan. Saya kira ini penting sekali untuk kita dapatkan peta ini. Jadi peta jalur dunianya sudah dapat, peta bandarnya per kecamatan itu juga dapat, terutama di kota-kota besar sampai ke desa-desa yang sekarang sudah masuk paling jauh," ujar Hinca.

Simak video 'Massa Aksi Dibubarkan Pakai Helikopter, Kapolri: Pilotnya Ditindak!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2