Tanggulangi Kejahatan Terorisme di RI, BNPT Gandeng Polandia-Kroasia

Angga Riza - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 00:55 WIB
Kepala BNPT Boy Rafli Amar
Foto: Kepala BNPT Boy Rafli Amar (Dok. Istimewa)
Denpasar -

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengadakan rapat untuk membangun kerjasama dalam penanggulangan kejahatan terorisme bersama Polandia dan Kroasia. Pertemuan itu berlangsung di Bali.

"Kami berterima kasih hari ini kedatangan dari Polandia dan Kroasia mereka merupakan conter part kita di negaranya masing-masing yang ingin mengetahui bagaimana proses penanggulangan radikalisasi dijalankan oleh negara kita oleh karena itu dengan pertemuan ini akan dilanjutkan dengan semacam sesi presentesi dan juga dialog yang konsultif dalam kerangka kerja sama international yang memang kita butuhkan," kata Kepala BNPT, Boy Rafli Amar, kepada wartawan, Rabu (30/9/2020).

Rafli menambahkan dalam melakukan penanggulangan kejahatan terorisme, harus melakukan pembangunan secara global. Kerjasama ini salah satunya terkait sharing informasi mengenai penanggulangan terorisme.

"Karena di dalam mengatasi kejahatan yang bersifat global ini kita harus membangun sebuah pemahaman bagaimana mengatasi agar bisa lebih efektif lagi. Jadi hari ini 2 negara Polandia dan Kroasia memang sengaja datang ke kita dan mereka ingin berbagi apa yang mereka kerjakan di negaranya masing-masing jadi dalam rangka kerjasama internasional inilah salah satu yang bisa kita berbagi yang sifatnya adalah sharing informasi," ujar Rafli.

Pembahasan dalam rapat kerja juga menyinggung hal terkait upaya bersama penanggulangan terorisme antar tiga negara, di antaranya penanganan extrimisme berbasis kekerasan, Foreign Terrorist Fighters (FTF), pencegahan dan kontra propaganda radikal di dunia maya, serta radikalisasi di dalam lapas.

Melalui pertemuan ini pula BNPT sepakat untuk menindaklanjuti inisiasi penguatan kerja sama penanggualangan terorisme Indonesia-Polandia melalui Memorandum of Understanding (MoU).

"Terorisme ini kejahatan transnasional, dengan semangat bersama kita bisa melawan teroris karena mereka selalu menggunakan kekerasan untuk menang, jadi ini sangat berbahaya jika kita tidak bergerak bersama," ungkap Rafly.

(isa/isa)