Partai Baru Amien Rais Berasas Islam, Pakai Nama Nuansa Islam

Mochamad Zhacky - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 17:32 WIB
Amien Rais mengaku sepakat dengan langkah rekonsiliasi Jokowi-Prabowo. Namun, dia menilai upaya rekonsiliasi lucu jika diwujudkan dalam bagi-bagi kursi.
Amien Rais (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Loyalis Amien Rais, Putra Jaya Husin, membocorkan kisi-kisi nama partai baru mereka yang akan diumumkan besok. Husin menyebut nama partai baru mereka bernuansa Islam, sesuai dengan asasnya.

"Jadi Pak Amien kan sudah menyatakan partai kita asasnya adalah Islam rahmatan lil alamin. Itu artinya partainya asasnya Islam. Kalau partai Islam, ya, namanya juga, ya, nama Islam. Nggak mungkin namanya 'Partai .... Perjuangan', nggak mungkin," kata Husin sambil berkelakar saat berbincang dengan detikcom, Rabu (30/9/2020).

Namun Husin enggan mengungkapkan lebih jauh perihal nama partai baru Amien. Yang jelas, sebut dia, nama partainya akan diumumkan Amien besok, sekaligus mukadimah partai.

"Kalau besok itu cuma menyampaikan mukadimah, karena partai itu dilihat mau ngapain itu di mukadimah. Jadi semua pengurus, pendiri, semua bersikap, berperilaku dan bekerja untuk apa yang dicantumkan di mukadimah," sebut Husin.

Selain nama, menurut Husin, logo partai juga telah diputuskan. Untuk logonya akan diumumkan bersamaan dengan susunan pengurus saat deklarasi pendirian partai.

"Ya, (nama partainya) bisa ada dua suku kata, bisa ada tiga suku kata. Tapi begini, memang... logonya juga sudah. Tapi logonya disampaikan nanti, ya, logonya nanti disampaikan pada saat deklarasi bersamaan dengan susunan kepengurusan," ungkap Husin.

Husin juga mengulas perihal asas partai baru Amien, yakni tegakkan keadilan, lawan kezaliman. Dia menegaskan asas merupakan satu hal yang penting dalam perjuangan sebuah partai.

"Asasnya kan jelas, tegakkan keadilan lawan kezaliman. Jadi, ya, di dalam partai nggak boleh ketua umum zalim kepada anggotanya, atau pengurus partai tidak adil kepada anggotanya, nggak boleh. Itu artinya mereka melanggar nilai-nilai yang mereka putuskan," ucap Husin.

"Kalau di dalam partai saja tidak tegak keadilan, mana mungkin dia bisa menegakkan keadilan di tengah masyarakat. La kalau di partainya saja dia sudah zalim, apa juga alasan dia akan adil kepada rakyatnya," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2