Pemkot Makassar Tegur KFC Gegara Acara Zumba Langgar Protokol Kesehatan

Ibnu Munsir - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 09:55 WIB
Kantor Wali Kota Makassar Sulsel
Foto: Balai Kota Makassar (Noval-detikcom).
Makassar -

Pemerintah Kota Makassar memberi teguran tertulis kepada restoran cepat saji KFC di Jalan Sam Ratulangi, Makassar karena adanya acara senam Zumba yang digelar dengan melanggar protokol COVID-19. Pihak penyelenggara senam juga ditegur Pemkot Makassar.

"Olaraga (senam) juga penting, tapi ada prosedur yang lebih penting dan mengumpulkan orang banyak itu harus ada izin, dan dia (penyelenggara senam) akui tak memiliki izin," ujar Kasatpol PP Makassar Iman Hud saat dikonfirmasi di Makassar, Rabu (30/9/2020).

Acara senam Zumba itu digelar di halaman KFC Ratulangi pada Minggu (27/9) lalu dengan dihadiri banyak massa. Mengetahui adanya acara tersebut tanpa izin, Pemkot Makassar langsung melakukan pemeriksaan kepada pihak KFC dan penyelenggara Zumba.

Iman mengungkapkan, hasil pemeriksaan menunjukkan pihak KFC dan penyelenggara Zumba telah melanggar Perwali Makassar nomor 51 dan 53 terkait protokol kesehatan, dimana kedua pihak tersebut telah mengumpulkan orang banyak dalam acara Zumba.

"Harusnya paham berapa luas KFC, senam (Zumba) sekian orang dan masyarakat boleh berkumpul. Harusnya KFC tak bolehkan karena itu di area-nya," jelas Iman.

"Kami mengkonfirmasi (KFC), sekaligus terbukti dia bersalah dan melanggar, kita harus tegas menyampaikan teguran, itu sanksi untuk tidak mengulangi," imbuhnya.

Iman berharap agar restoran cepat saji lainnya dan juga kafe dan resto di Makassar tidak melakukan acara kumpul-kumpul yang melanggar protokol kesehatan.

"Aturan ditegakkan tanpa pandang bulu. Kita panggil dan tegur semua pihak baik KFC maupun yang penyelenggara senam," tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Ujung Pandang Makassar, AKP Bagas Aji membenarkan hal itu, pihaknya bersama Camat Ujung Pandang telah memanggil dan memberi sanksi serta pembinaan.

"Saya bersama pak Camat kemarin operasi yustisi penegakan perda saya mendampingi camat, turun ke sana tapi sudah selesai kita panggil ke kantor camat, karena dia (Camat) penegak perda. Kita upaya pembinaan sudah di tegur dan sudah penegakan perda sanksi di pak camat dan sudah ada," katanya.

Bagas mengatakan mengumpulkan orang banyak saat ini belum diperbolehkan apalagi tak mengantongi izin keramaian. Olehnya itu ia meminta pelaku usaha paham dengan tidak memberi ruang tempat bagi para penyelenggara.

"Kemarin itu pelaku usaha KFC Ratulangi dia menyiapkan tempat walau tak ada kegiatan, tapi tempat tangung jawab dia, dia punya tempat dan itu area KFC. Mengumpulkan orang banyak di masa pendemi sesuai perwali tidak boleh," tegasnya.

(nvl/nvl)