Bawaslu Balikpapan Proses Laporan Paslon Tunggal soal Dugaan Kampanye Hitam

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 09:02 WIB
Logo Bawaslu, gedung Bawaslu, ilustrasi gedung Bawaslu
Bawaslu (Zunita Putri/detikcom)
Balikpapan -

Kuasa hukum pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud-Thohari Aziz (RT), melaporkan dugaan kampanye hitam yang dilakukan warga bernama Abdul Rais. Bawaslu Kota Balikpapan pun segera memproses laporan tersebut.

"Kami cek siapa terlapor, apa alat buktinya, syarat materiil, syarat formil, segera kami kaji," kata Ketua Bawaslu Balikpapan Agustan, dilansir dari Antara, Rabu (30/9/2020).

Bagian dari proses yang dimaksud adalah kesempatan masing-masing pihak untuk memberikan klarifikasi atau penjelasan.

Agustan juga mengatakan bahwa pihaknya harus bekerja cepat sebab Undang-Undang Pilkada atau UU Nomor 6/2020 hanya memberi waktu 3 hari ditambah 2 hari untuk menyelesaikan kasus sengketa seperti ini.

Bawaslu menerima laporan kuasa hukum pasangan calon RT itu pada Senin (28/9). Laporan itu diterima lewat kuasa hukumnya, Agus Amri and Affiliates.

Kepada Bawaslu disampaikan antara lain bukti berupa foto sejumlah warga membentangkan spanduk dan foto sebuah selebaran. Pada spanduk terdapat tulisan 'Mencoblos Kotak/Kolom Kosong Berarti Anda Telah Menyelamatkan Demokrasi Kota Balikpapan' dan pada selebaran tertulis 'Pemilih Cerdas Ambil Duitnya Jangan Pilih #Itu Sudah Pilkada Balikpapan Pilih Kotak Kosong'.

Terpisah, kuasa hukum paslon RT Agus Amri mengatakan, dengan hanya ada satu pasangan calon dalam Pilkada Balikpapan 2020 ini, kata-kata pada spanduk dan selebaran mengarah langsung kepada kliennya.

"Dengan kata-kata yang tertulis itu seolah-olah terlapor menyatakan bahwa mencoblos Calon Tunggal akan membuat Demokrasi Kota Balikpapan dalam bahaya, sementara kata-kata 'Pemilih Cerdas Ambil Duitnya Jangan Pilih #ItuSudah Pilkada Balikpapan Pilih Kotak Kosong' telah mendiskreditkan pelapor sebagai pemilik tagline #ItuSudah seolah-olah pelapor melakukan politik uang (money politics)," papar Agus Amri dalam kesempatan terpisah.

Untuk diketahui, pasangan calon RT maju ke Pilkada 2020 ini dengan dukungan 40 kursi dari 45 kursi di DPRD Balikpapan. Untuk maju ke Pilkada ini diperlukan sekurangnya 9 kursi.

Sebelumnya, Rahmad yang Ketua Partai Golkar Balikpapan sudah memiliki 11 kursi dari hasil pemilu legislatif sebelumnya. Ia kemudian berpasangan dengan Thohari Aziz yang membawa 8 kursi PDI Perjuangan.

Dukungan mayoritas parpol kepada RT itu dengan sendirinya menghilangkan kesempatan calon lain untuk bisa turut pemilu. Sebab, tinggal tersedia 5 kursi di Balikpapan.

(mae/idn)