Baca Pleidoi, Eks Dirkeu Jiwasraya: Apa Saya Pembunuh Berdarah Dingin?

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 22:15 WIB
Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
Gedung PN Jakpus (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo meminta majelis hakim meringankan hukuman di sidang vonis nanti. Hary menilai dia tidak pantas menerima hukuman penjara seumur hidup.

"Hal paling menyedihkan bagi saya adalah ketika yang terhormat JPU membacakan surat tuntutannya, di mana saya dituntut pidana penjara seumur hidup, yang berarti tidak ada satupun kebaikan atau hal yang meringankan dari diri saya. Apakah yang ringan hanya karena saya belum pernah ditahan?" ujar Hary saat membacakan pleidoi di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Selasa (29/9/2020).

"Perjuangan saya menghidupkan, menyehatkan dan membesarkan Jiwasraya selama 10 tahun, apakah saya seperti pembunuh berdarah dingin yang memutilasi korbannya lalu membuang di tong sampah, atau saya sebagai pembunuh orang secara masal, atau saya seperti gembong narkoba yang mengedarkan narkotika ber ton ton besarnya sehingga saya harus dituntut seumur hidup?" sambung Hary.

Hary menilai jaksa mengabaikan fakta persidangan. Saksi-saksi kunci keuangan Jiwasraya, kata dia, juga tidak pernah dihadirkan. Dia menyesalkan itu.

"Sekali lagi hal ini sungguh-sungguh merupakan kriminalisasi terhadap saya, terhadap Jiwasraya, terhadap industri asuransi secara umum dan pasar modal secara khusus," tutur dia.

Dia lantas meminta keringanan kepada majelis hakim agar bisa meringankan hukumannya. Hary menyebut dirinya adalah tulang punggung keluarga.

" Saya anak satu satunya, almarhum ayah saya juga satu-satunya, mbah dari ayah saya juga anak satu-satunya, saya tidak memiliki banyak keluarga, saat ini istri dan kedua anak saya hanya satu satunya harta yang saya miliki. Apa yang terjadi jika saya harus menjalani seperti tuntutan JPU seumur hidup penjara, bahkan ditambah denda 1 miliar yang dikenakan. Bagaimana nasib istri dan anak anak saya yang masih sekolah?" ujar dia.

"Saya mohon sekiranya untuk dapat dipertimbangkan hukuman yang seringan ringannya. Saya berjanji akan terus menjadi orang baik seperti yang diamanahkan kedua almarhum orang tua saya, untuk selalu menjadi orang baik," sebut Hary.

Selanjutnya
Halaman
1 2