Kepala BNPT Temui Gubernur Sulsel Bahas Pencegahan Terorisme-Radikalisme

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 21:30 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris, Boy Rafli Amar menemui Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris, Boy Rafli Amar, menemui Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Boy Rafli Amar menemui Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. Ada sejumlah isu penting yang dibahas, di antaranya terkait pencegahan terorisme hingga radikalisme.

Pertemuan ini berlangsung di rumah dinas Nurdin Abdullah, Selasa (29/9/2020). Kunjungan ini merupakan rangkaian dari kunjungan kerja Kepala BNPT ke Provinsi Sulawesi Selatan. Turut mendampingi Boy Rafli, Direktur Deradikalisasi BNPT Prof Irfan Idris.

Boy Rafli dalam kesempatan ini bicara soal penanganan dan upaya pencegahan terorisme dan radikalisme di Provinsi Sulawesi Selatan. Dia mencanangkan program deradikalisasi di luar lapas bagi mantan narapidana terorisme agar memiliki kesejahteraan dan kehidupan yang lebih baik agar tidak terpapar kembali oleh paham-paham radikalisme.

Boy Rafli menyatakan, untuk mensinergikan program deradikalisasi yang tepat sasaran, BNPT dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan terus menjalin komunikasi sampai program deradikalisasi ini terwujud.

"Hari ini dalam mewujudkan program deradikalisasi khususnya deradikalisasi di luar lapas, kita sudah mendapatkan respons dari Bapak Gubernur, terutama program-program positif untuk mantan narapidana terorisme yang ada di Sulawesi Selatan. Jadi Bapak Gubernur, insyaallah kita akan berkomunikasi lebih lanjut merumuskan bentuk-bentuk yang cocok dengan kondisi di Sulawesi Selatan. dan kita harapkan ex napiter yang hari ini proses reintegrasinya dengan masyarakat katakanlah masih ada kendala, bisa kita carikan solusi terutama dalam kegiatan-kegiatan yang positif," kata Boy Rafli dalam keterangan resminya, Selasa (29/9/2020).

Dijelaskan Boy Rafli, program deradikalisasi BNPT dilakukan kepada mantan napiter, napiter, keluarga, dan jaringannya. Program itu dilaksanakan mulai dari identifikasi tingkat radikal tiap orang, pemberian wawasan kebangsaan, dan pemahaman agama di dalam dan luar lapas.

Boy Rafli menyatakan Nurdin Abdullah merespons positif program deradikalisasi yang dia tawarkan. Nurdin juga berterima kasih kepada Boy Rafli yang sebelumnya bersilaturahmi dengan pimpinan pondok pesantren se-Sulawesi Selatan. Menurutnya, kunjungan itu penting bagi stabilitas keamanan di wilayahnya.

"Kami sungguh mengapresiasi program-program strategis BNPT yang memberikan penghidupan yang baik terhadap mantan-mantan teroris," kata Nurdin.

"Saya kira ini sesuatu yang patut kita dukung dan saya kira langkah-langkah ini akan membuat kita semua menjadi tenang apalagi Sulawesi Selatan ini tetangga dengan Poso. Saya kira tentu men-support penuh program deradikalisasi yang digagas oleh BNPT. Ini sangat bagus, karena mereka betul-betul dibuatkan kegiatan yang tentunya akan mengubah kesejahteraan mereka semua," sambungnya.

(hri/idn)