Round-Up

Proyek Peremajaan di Balik Kebakaran Lift Gedung DPR di Senayan

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 20:31 WIB
Lift gedung Nusantara 1 DPR sempat terbakar hebat (Dok. Istimewa).
Lift gedung Nusantara I DPR sempat terbakar hebat. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Alarm kebakaran meraung-raung di gedung Nusantara I, kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta. Kepulan asap muncul mengepung di depan lift khusus anggota DPR.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (29/9/2020). Asap muncul di gedung DPR RI sekitar pukul 10.20 WIB. Asap yang muncul dengan bau karet terbakar.

Sirene tanda kebakaran terus berbunyi nyaring saat asap mulai memenuhi lorong-lorong gedung.

Di lantai tempat munculnya kepulan asap, ada sejumlah rapat yang sedang berlangsung, yakni di Komisi IX dan Komisi VI. Dua rapat tersebut tidak dihentikan karena kemunculan asap.

Saat asap masih pekat, lift di lantai dasar gedung Nusantara I sempat tidak boleh digunakan.

Selidik punya selidik, ternyata lift di gedung Nusantara I DPR terbakar hebat.

Penampakan lift terbakar hebat ini terekam dalam sejumlah video. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengonfirmasi lift di gedung Nusantara 1 DPR terbakar. Dasco menyebut peristiwa lift anggota DPR terbakar di Nusantara I terjadi beberapa waktu lalu.

"Lift anggota DPR di Nusantara I terbakar," kata Dasco.

Dalam video tersebut, api tampak berkobar di lift tersebut. Petugas terlihat berupaya memadamkan api tersebut.

Petugas keamanan gedung meminta pengunjung menjauh dari lokasi. Pukul 11.20 WIB, situasi sudah berangsur normal. Lift di Nusantara I juga sudah bisa kembali digunakan. Kini asap terlihat sudah hilang, meski bau karetnya masih lumayan terasa.

Munculnya kepulan asap lantas menyisakan tanda tanya. Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar kemudian mengungkapkan penyebab munculnya asap di gedung DPR.

Indra menjelaskan asap muncul dari proyek elevator atau lift. Ada tumpukan kabel yang terciprat alat las. Hal tersebut menimbulkan asap menyebar hingga ke lorong-lorong gedung DPR RI.

"Itu ada tumpukan kabel yang terciprat alat las sehingga menimbulkan asap," ujar Indra kepada detikcom.

Indra menyatakan kini masalah itu sudah ditangani. Dia menjamin keamanan gedung untuk digunakan kembali.

Indra menjelaskan proyek peremajaan lift itu dilakukan sejak Maret 2020. Nantinya, peremajaan lift di kompleks parlemen akan dilakukan secara bertahap.

"(Proyek peremajaan) dari 4-5 bulan lalu, Maret-lah. Itu sementara (lift) anggota, nanti bertahap semua akan direnov, itu kan lift-lift lama semua itu," jelas Indra.

Proyek peremajaan lift ditargetkan selesai pada November 2020. Menurut Indra, nantinya proyek itu akan berlanjut untuk lift-lift lain di gedung DPR.

"Sudah (direncanakan), tahun depan juga. Kita bertahap semua diremajakan. November ini selesai, tapi kita usahakan cepat ya, Oktober nanti kita lihat," ujarnya.

Indra menjelaskan anggaran proyek peremajaan lift itu termasuk dalam APBN 2020. Namun, saat disinggung besaran anggaran proyek tersebut, Indra mengaku tidak hafal angkanya.

Sementara itu, Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Agung Budi Santoso menjelaskan peremajaan dilakukan karena lift tersebut sudah digunakan cukup lama. Sejak dibangun 26 tahun lalu, belum pernah dilakukan perbaikan lift tersebut.

"Liftnya perlu dilakukan peremajaan mengingat sudah tua dan dengan bertambahnya jumlah orang yang bekerja di gedung Nusantara I. Dan sejak dibangun tahun 1994 (sudah 26 tahun), liftnya belum pernah dilakukan peremajaan," kata Agung saat dihubungi, Selasa (29/9/2020).

Dilihat di lpse.dpr.go.id, proyek terkait lift di gedung Nusantara I ada pada 2019. Tender proyek tersebut bernama 'Konsultan Perencana Pengadaan dan Pemasangan Lift Gedung Nusantara I DPR RI', dengan nilai harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 1,4 miliar, dengan keterangan tender sudah selesai. Tak tertera data soal proyek peremajaan lift gedung Nusantara I pada tahun 2020.

Proyek lain terkait lift di gedung DPR tahun anggaran 2020 adalah 'Pengadaan dan Pemasangan Lift Gedung Nusantara II DPR RI' dengan nilai HPS Rp 5 miliar dan 'Pengadaan dan Pemasangan Lift Gedung Setjen DPR RI' dengan nilai Rp 5,9 miliar.

Dalam kesempatan terpisah, PT Angkasa Pura Solusi (APS) selaku kontraktor proyek lift di gedung Nusantara I DPR menjelaskan awal mula munculnya kepulan asap.

"(Kepulan asap) terjadi pada pukul 10.20 WIB, saat pemotongan separator beam pada lantai 8, di mana percikan api tersebut jatuh ke dasar, sebelah pit lift tersebut terdapat tumpukan sampah kabel yang sudah lama. Hal tersebut tidak kami prediksi dan mengakibatkan terjadinya kepulan asap," kata Project Manager PT APS, Teuku Agam Saifudin, di kompleks DPR, Senayan, Jakarta.

Agam menyebut sampah kabel yang menimbulkan kepulan asap bukan material proyek lift. Menurutnya, sampah kabel itu sudah lama berada di lokasi.

"Itu adalah sampah, di antara pit 5 itu ada ruangan sekitar 0,5x2,6 meter itu ada tumpukan sisa sampah lama yang berupa kabel, berupa bekas kabel. Artinya, dari itu sudah lama, material tersebut sudah berada lama di situ," terang Agam.

Agam pun memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi. PT APS juga meminta maaf kepada pihak DPR atas kemunculan asap tersebut.

(aan/knv)