Round-Up

Proyek Peremajaan di Balik Kebakaran Lift Gedung DPR di Senayan

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 20:31 WIB
Lift gedung Nusantara 1 DPR sempat terbakar hebat (Dok. Istimewa).
Lift gedung Nusantara I DPR sempat terbakar hebat. (Foto: dok. Istimewa)

Dilihat di lpse.dpr.go.id, proyek terkait lift di gedung Nusantara I ada pada 2019. Tender proyek tersebut bernama 'Konsultan Perencana Pengadaan dan Pemasangan Lift Gedung Nusantara I DPR RI', dengan nilai harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 1,4 miliar, dengan keterangan tender sudah selesai. Tak tertera data soal proyek peremajaan lift gedung Nusantara I pada tahun 2020.

Proyek lain terkait lift di gedung DPR tahun anggaran 2020 adalah 'Pengadaan dan Pemasangan Lift Gedung Nusantara II DPR RI' dengan nilai HPS Rp 5 miliar dan 'Pengadaan dan Pemasangan Lift Gedung Setjen DPR RI' dengan nilai Rp 5,9 miliar.

Dalam kesempatan terpisah, PT Angkasa Pura Solusi (APS) selaku kontraktor proyek lift di gedung Nusantara I DPR menjelaskan awal mula munculnya kepulan asap.

"(Kepulan asap) terjadi pada pukul 10.20 WIB, saat pemotongan separator beam pada lantai 8, di mana percikan api tersebut jatuh ke dasar, sebelah pit lift tersebut terdapat tumpukan sampah kabel yang sudah lama. Hal tersebut tidak kami prediksi dan mengakibatkan terjadinya kepulan asap," kata Project Manager PT APS, Teuku Agam Saifudin, di kompleks DPR, Senayan, Jakarta.

Agam menyebut sampah kabel yang menimbulkan kepulan asap bukan material proyek lift. Menurutnya, sampah kabel itu sudah lama berada di lokasi.

"Itu adalah sampah, di antara pit 5 itu ada ruangan sekitar 0,5x2,6 meter itu ada tumpukan sisa sampah lama yang berupa kabel, berupa bekas kabel. Artinya, dari itu sudah lama, material tersebut sudah berada lama di situ," terang Agam.

Agam pun memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi. PT APS juga meminta maaf kepada pihak DPR atas kemunculan asap tersebut.

Halaman

(aan/knv)