Kasus COVID di Ponpes Salafiyah Polman Tambah 151, Dinkes Cek Lokasi Isolasi

Abdy Febriady - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 19:39 WIB
Dinkes Sulawesi Barat tinjau Pondok Pesantren Salafiyah Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Dinkes Sulawesi Barat meninjau Pondok Pesantren Salafiyah Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. (Abdy Febriady/detikcom)
Polewali Mandar -

Kasus Corona di Pondok Pesantren Salafiyah Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, terus bertambah. Hari ini, Satgas COVID-19 Provinsi Sulawesi Barat merilis data tambahan sebanyak 151 kasus Corona di klaster Pesantren Salafiyah.

"151 kasus adalah merupakan klaster dari Pesantren Salafiyah, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar. Saat ini semuanya sementara isolasi mandiri di pondok pesantren dengan pengawasan Puskesmas Campalagian," ujar juru bicara Satgas COVID-19 Sulawesi Barat, Safaruddin S, dalam keterangannya, Selasa (29/9/2020).

Untuk mengantisipasi penularan ke lingkungan masyarakat, Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Barat dr Alif Satria mendatangi Pondok Pesantren Salafiyah. Pihaknya meninjau kondisi gedung karantina tempat santri yang terkonfirmasi positif COVID maupun reaktif berdasarkan rapid test menjalani isolasi.

Pengecekan lokasi karantina itu juga diikuti oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Andi Suaib Nawawi bersama pemerintah Kecamatan Campalagian dan aparat keamanan dari Polsek Campalagian. Alif meminta agar pengawasan ditingkatkan untuk menghindari klaster baru.

"Sampai hari ini sudah terbagi dengan baik, yang terkonfirmasi, yang masih dalam menunggu hasil BBLK, yang tidak terpapar berdasarkan rapid, itu sudah terbagi dengan baik. Harapan kita, itu dilakukan dengan penanganan yang disiplin, ketat. Kalau tidak, ini akan jadi klaster yang besar. Itu yang kita khawatirkan," ujar Alif.

Dinkes Sulawesi Barat tinjau Pondok Pesantren Salafiyah Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.Dinkes Sulawesi Barat meninjau Pondok Pesantren Salafiyah Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. (Abdy Febriady/detikcom)

Alif juga berpesan agar pengelola pondok pesantren memberi kabar jika ada santri yang menjalani karantina mandiri menunjukkan gejala. Hal itu agar segera dilakukan tindakan mencegah penularan lebih luas.

"Tadi kita sudah bicara dengan pengurus, apabila ada hal-hal yang memperlihatkan secara klinis, ringan maupun berat, harus dibawa ke rumah sakit dan itu sudah disiapkan," harapnya.

"Sebagian sudah dibawa ke rumah sakit berdasarkan kapasitas yang ada. Saat ini masih ada sekitar 40 orang yang kita tunggu hasil (swab)-nya. Mudah-mudahan tidak bertambah (kasus positif)," kata Alif.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Umum Pondok Pesantren Salafiyah Parappe Uztaz Suaib Jawas mengatakan belum bisa memastikan sampai kapan santri di pondoknya menjalani karantina mandiri. Namun saat ini para santri dikarantina mandiri dalam kondisi baik.

"Katanya masih mau dibicarakan penanganannya, sementara dikarantina di sini. Alhamdulillah, kondisi para santri yang dikarantina baik-naik saja. Mereka lari-lari untuk kuatkan imun tubuh," imbuhnya.

Berdasarkan pantauan wartawan, gedung yang menjadi tempat karantina santri ini berada di tengah area perkebunan yang tidak jauh dari permukiman warga. Kondisi gedung masih dalam proses penyelesaian pembangunan.

Akses jalan menuju lokasi karantina tampak dijaga sejumlah petugas, baik dari pengelola pondok pesantren, warga sekitar, bahkan wali santri. Untuk meringankan beban pengelola pondok pesantren, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar telah mengirim sejumlah bantuan, di antaranya beras, telur, susu, vitamin, obat-obatan, masker, hingga tandon penampungan air bersih.

Tercatat, berdasarkan tambahan 151 kasus hari ini, jumlah kasus Corona di Pondok Pesantren Salafiyah Parappe sebanyak 218 orang. Sebanyak 14 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan telah dipulangkan.

33 Santri Positif Corona Dijemput ke RS

Sebanyak 33 santri di Pondok Pesantren Salafiyah Parappe yang terpapar Corona dijemput petugas yang memakai APD. Santri itu dibawa menuju Rumah Sakit Pratama Wonomulyo. Proses penjemputan 33 santri dilakukan menggunakan dua unit mobil ambulans.

"Iya, ada yang dibawa ke Rumah Sakit Pratama 33 santri," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Polewali Mandar, H Haedar melalui pesan singkat.

Haedar tidak memberikan keterangan lebih lanjut apakah 33 yang dievakuasi menunjukkan gejala Corona atau tidak. Berdasarkan pantauan di lokasi, sebelum berangkat menuju rumah sakit, ke 33 santri yang dijemput terlebih dahulu berdoa bersama pimpinan pondok pesantren Salafiyah Parappe, Kyai H Abd Latif Busyra.

Lantunan selawat badar menggema di lingkungan pondok pesantren saat mobil yang ditumpangi ke 33 santri bergerak menuju rumah sakit. Pimpinan Pondok Pesantren berharap pemerintah memberikan perhatian serius agar santri yang terkonfirmasi positif COVID-19 bisa segera sembuh.

"Harapannya supaya betul-betul dirawat, pemerintah betul-betul merawat dengan sebaik-baiknya, bagaimana anak menjadi baik kesehatannya, makanannya, kesehatannya," ujar Kyai H Abd Latif Busyra.

(idn/idn)