Penjelasan Satgas soal Angka Kematian Corona RI Lebihi Rata-rata Dunia

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 18:36 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Wiku Adisasmito (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 memberikan penjelasan terkait rata-rata kematian akibat Corona di Indonesia yang disebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih tinggi dari rata-rata dunia. Selain akibat penularan Corona, kematian akibat Corona di Indonesia disebut bersumber dari kelompok rentan.

"Kalau dilihat dari angka kematian di Indonesia yang sudah 3,7 persen dibanding dunia yang sudah 2,99 persen, angka kematian yang besar biasanya terjadi pada kelompok rentan ini," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam jumpa pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (29/9/2020).

Wiku menyebut angka kematian ini juga berkaitan dengan angka penularan yang ada di Indonesia. Menurutnya, rata-rata angka kematian ini bisa ditekan jika angka penularan Corona di Indonesia juga ditekan.

"Dalam rangka menekan angka kematian, ini harusnya dimulai dengan menekan angka penularan, kembali saya ingin tekankan pada seluruh lapisan masyarakat akan memiliki tanggung jawab yang tinggi dan kolektif untuk mematuhi protokol kesehatan," ucapnya.

Kemudian Wiku menyebut cara yang bisa dilakukan agar menurunkan rata-rata kematian akibat Corona di Indonesia, yakni dengan menghindari kelompok rentan dan yang memiliki komorbid dari kemungkinan tertular. Menurutnya, jika ini bisa dihindari, rata-rata kematian di Indonesia bisa turun dan setara dengan dunia.

"Semakin kita hindari kelompok rentan, yaitu usia lanjut dan komorbid untuk tertular, maka potensi angka kematian untuk diturunkan itu besar, kalau kita lindungi kelompok resiko tinggi ini untuk tidak tertular kita potensial untuk bisa segera sama dengan kondisi di dunia untuk sama rendahnya untuk angka kematian," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2