Brigade Muslim Minta Warga Makassar Tak Nobar FIlm G30S/PKI Saat Pandemi

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 16:02 WIB
tvOne bakal kembali menayangkan film Penumpasan Pengkhiantan G30S/PKI tahun ini. (Dok. tvOne)
tvOne bakal kembali menayangkan film Penumpasan Pengkhiantan G30S/PKI tahun ini. (Dok. tvOne)
Makassar -

Organisasi Brigade Muslim Indonesia (BMI) mengingatkan warga Makassar untuk tidak nonton bareng (nobar) film G30S/PKI. Imbauan itu bertujuan menghindari penularan COVID-19 di masa pandemi.

"Saya sepakat, kita dalam pandemi COVID-19 dan Makassar terinfeksi banyak dan saya yakin kita mau putus mata rantai. Apa yang dikeluarkan (Polri) tidak boleh nobar sangat tepat. Saya telah menginstruksikan ke BMI, bahwa di masa pandemi sudah ada aturan Kapolri tidak ada izin, maka semua (masyarakat Makassar) tidak boleh nobar," kata Ketua BMI Zulkifli saat berbincang dengan detikcom, Selasa (29/9/2020).

Meski begitu, pihaknya tidak akan melakukan razia di Makassar dan menyerahkan sepenuhnya pengawasan ini kepada pihak kepolisian. Nobar disebutnya akan memicu penyebaran COVID-19 di masyarakat.

"Sekarang begini, beberapa TV sudah menyiarkan di rumah. Nonton di rumah saja. Jangan sampai muncul kesan kalau dilarang, yang larang ini pendukung komunis," ungkapnya.

"Jadi kalau ada yang dibubarkan karena tidak ada izin, maka jangan lagi ada yang berusaha membuat gaduh dengan membuat statement yang aneh aneh," imbuhnya.

Sebelumnya, Polri telah mengeluarkan pernyataan tidak akan mengeluarkan izin keramaian di masa pandemi COVID-19, termasuk jika ada acara nobar film 30S/PKI. Usulan ini nobar ini dimunculkan oleh Panglima Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo.

"Pada saat saya menjadi Panglima TNI, saya melihat itu semua. Maka saya perintahkan jajaran saya itu menonton film G30S/PKI. Pada saat itu saya punya sahabat dari salah satu partai, saya sebut saja partai PDI, menyampaikan 'Pak Gatot, hentikan itu, kalau tidak, pasti Pak Gatot akan diganti," kata Gatot di channel YouTube Hersubeno Point.

(fiq/idh)