Jokowi Arahkan Mini-lockdown, PKB DKI: Laksanakan Kalau Mau Corona Turun

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 07:32 WIB
Hasbiallah Ilyas merupakan Ketua DPW PKB DKI Jakarta
Ketua Fraksi PKB, Hasbiallah Ilyas (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan kepada kepala daerah terkait intervensi pengendalian penyebaran virus Corona (COVID-19) berbasis lokal. Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta menilai arahan tersebut harus dilaksanakan Pemprov DKI kalau mau ekonomi meningkat dan Corona menurun.

"Ini sebenarnya usulan PKB sejak lama, bahkan di Paripurna besok tentang COVID, PKB sampaikan itu fraksi kami bahwa harus diklaster per RT, per RW," kata Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Hasbiallah Ilyas saat dihubungi, Senin (28/9/2020).

Ilyas mengatakan kondisi realitas yang ada di lapangan dengan penerapan PSBB provinsi saat ini hanya berdampak positif di permukaan. Menurutnya, protokol kesehatan pun bahkan tidak berjalan di perkampungan.

"Sebab keadaan yang ada, kondisi yang ada di DKI Jakarta hanya di permukaan-permukaan aja orang jalankan 3M itu, dalam artian pakai masker itu semua. Nah di perkampungan nggak, coba dicek di Kemayoran, tetap ramai orang itu, imbasnya ya berkuranglah," ucapnya.

Dia pun meminta Pemprov DKI melaksanakan arahan Presiden Jokowi untuk menerapkan mini-lockdown. Dengan demikian, ekonomi pun bisa meningkat seiring dengan menurunnya kasus Corona.

"Lebih bagus itu kalau cegah Corona dan minimalisir Corona ya mau tidak mau harus diklaster per RW ya, kalau nggak gitu nggak jalan, ekonomi tetap jalan kan kalau gitu, kalau gini ekonomi mati semua nggak jalan, COVID juga tetap meningkat di DKI. Bukan hanya dicoba, tapi harus dilaksanakan, kalau memang di Jakarta ekonomi belum berjalan, dan Corona-nya mau menurun ya harus begini," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta intervensi pengendalian penyebaran COVID-19 berbasis lokal ditingkatkan. Presiden Jokowi meminta arahan ini diteruskan kepada pemerintah di tingkat kabupaten/kota dan provinsi.

"Yang berkaitan dengan intervensi berbasis lokal, perlu saya sampaikan sekali lagi pada komite bahwa intervensi berbasis lokal ini agar disampaikan kepada provinsi, kabupaten, kota," ujar Presiden Jokowi saat membuka Laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional seperti disiarkan dalam channel YouTube Sekretariat Presiden, Senin (28/9).

Jokowi mengatakan intervensi berbasis lokal atau pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) lebih efektif dalam mengendalikan penularan virus. Presiden Jokowi menekankan lagi, mini-lockdown yang diterapkan berulang dinilai efektif.

"Artinya pembatasan berskala mikro, baik itu di tingkat desa, kampung, RW/RW, kantor/ponpes, saya kita itu lebih efektif. Mini-lockdown yang berulang itu akan lebih efektif," ucap Jokowi.

(maa/dwia)